Mataram akan Pecahkan Rekor MURI Pukul Bedug di Malam Lebaran

kicknews.today – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat akan menggelar lomba “pukul beduk” dengan melibatkan 1.000 peserta dalam rangka menyambut Idul Fitri 1439 Hijriah sekaligus memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia.

Asisten I Sekretaris Daerah Pemkot Mataram Lalu Martawang di Mataram, Kamis (7/6), mengatakan lomba tersebut akan dirangkai dengan pawai takbiran menyambut 1 Syawal 1439 Hijriah.

“Jadi kegiatan pawai takbiran tahun ini akan kita kemas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” katanya kepada sejumlah wartawan sesuai mengikuti rapat persiapan malam takbiran.

Dia mengatakan lomba “puku beduk” itu akan dilaksanakan di sepanjang Jalan Langko hingga Pejanggik dari depan Islamic Center hingga ke Pajang Kota Mataram.

Beduk peserta akan dijejer di bagian kiri dan kanan jalan, dengan satu kelompok peserta beranggotan lima orang melakukan pemukulan beduk secara bergantian sambil mengumandangkan takbir, tasbih, dan tahmid.

“Kami akan melibatkan tim penilai yang akan dikoordinasikan oleh panitia yakni dari KNPI, Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD),” katanya.

Dalam kegiatan itu, panitia akan membuat dua panggung kehormatan, yang pertama di depan Islamic Center isi para pejabat Pemerintah Provinsi NTB dan Forkompimda NTB.

Di panggung kehormatan di Islamic Center, akan hadir juga Gubernur NTB TGH Zainul Majdi dan Pejabat Sementara Wali Kota Mataram Mohan Roliskana. Mereka akan menandai pemukulan beduk pertama dan melepas peserta pawai takbiran.

Selain itu, panggung kehormatan juga ada di depan Taman Sangkareang yang akan diisi oleh pejabat-pejabat dari Pemerintah Kota Mataram, Forkompimda Kota Mataram, serta camat dan lurah se-Kota Mataram.

“Para peserta lomba memukul beduk ini berasal dari remaja masjid se-Kota Mataram, sedangkan peserta pawai takbiran khusus untuk di Jalan Langko-Pejanggik berasal dari Kecamatan Selaparang dan Mataram,” katanya.

Peserta di Kecamatan Sekarbela-Ampenan dan Sandubaya-Cakranegara melaksanakan pawai takbiran di jalur yang telah ditetapkan sehingga tidak bertemu dengan peserta pawai dari kecamatan lain.

Ia menjelaskan peserta pawai takbiran diminta membuat miniatur masjid dan kaligrafi lainnya dengan tinggi tidak melebihi tiga meter.

“Tujuannya agar tidak merusak aksesoris ribuan lampion yang saat ini sedang dipasang oleh Dinas Pariwisata NTB guna lebih menyemarakkan malam takbiran,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat