Kejari Praya Bongkar Dugaan Korupsi Bantuan Benih Kedelai Rp. 12 Miliar

kicknews.today–Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya Kabupaten Lombok Tengah terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam kasus dugaan penyimpangan dana bantuan benih kedelai tahun 2017 kepada petani di Lombok Tengah.

Dalam proyek senilai Rp. 12 Miliar pada Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Lombok Tengah, Kejaksaan telah menaikkan kasusnya dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan.

“Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan kembali terhadap saksi yang diperiksa dari tahap penyelidikan bulan lalu, karena kasus ini sudah masuk tahap penyidikan,” ujar Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Praya, Hasan Basri di kantornya, Senin (4/6).

Dijelaskan juga oleh Basri tentang beberapa saksi yang sudah atau akan diperiksa dalam kasus dugaan penyimpangan dana bantuan benih kedelai yang bersumber dari APBN Tahun 2017 itu. Di antaranya, Kepala Dinas, Kepala UPT, Petugas Penyuluhan Lapangan (PPL), dan Kelompok Tani penerimaan bantuan di lima Kecamatan, serta beberapa pejabat terkait lainya.

“Hari ini (Senin 4/6, red) kita kembali periksa kepala dinas, kepala UPT, dan PPL Kecamatan Janapria. Sedangkan untuk pemeriksaan para petani masih kita susun jadwalnya,” jelas Hasan Basri.

Disinggung terkait dengan adanya tersangka dalam kasus tersebut. Ia mengatakan bahwa pihaknya masih belum bisa menyampaikannya, karena masih melakukan penyidikan, dan hasil audit dari BPK belum ada.

“Untuk tersangka masih belum, kita masih melakukan penyidikan,” ujarnya

Untuk diketahui, bantuan benih kedelai senilai Rp. 12 miliar pada Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah itu diberikan kepada petani di lima Kecamatan. Di antara Kecamatan Janapria, Kecamatan Praya Timur, Kecamatan Pujut, Kecamatan Praya Barat, dan Kecamatan Praya Barat Daya. (ade)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat