Begini Tanda-tanda Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemulian. Dan tahukan kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al-Qadr: 1-5)

kicknews.today– Tak terasa Ramadhan tahun ini sudah melewati pertengahan bulan.

Menginjak ke sepuluh hari terakhir seperti yang tengah dilalui umat muslim pada bulan Ramadhan tahun tahun 2018 sekarang ini, umat muslim biasanya meningkatkan intensitas dan kualitas ibadahnya. Karena sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan merupakan saat-saat yang penuh dengan kebaikan dan keutamaan, serta pahala yang berlimpah.

Tak jarang umat muslim begitu intensif menjalankan ibadah terutama di malam harinya agar bisa meraih keberkahan Lailatul Qadar. Kaum muslimin juga biasanya memaksimalkan ibadah di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dengan cara beritikaf dan atau berdiam diri di masjid, berdzikir serta memohon ampunan kehadirat Allah SWT.

Tak heran pula jika Lailatul Qadar dikenal juga dengan sebutan malam 1000 Bulan. Dilansir dari berbagai sumber artikel keislaman tentang Lailatul Qadar ini, Rasulullah SAW telah menjelaskan dalam salah satu haditsnya, bahwa di antara sepuluh hari itu terdapat satu malam yang apabila kita beribadah maka pahalanya sama dengan kita beribadah selama seribu bulan.

Tidak ada kepastian tentang kapan jatuhnya malam Lailatul Qadar. Ada yang berpendapat bahwa malam Lailatul Qadar jatuh pada malam pertama ramadhan, pada malam ke 17 ramadhan atau malam diturunkannya Alqur’an dan malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir ramadhan dab bahkan ada yang mengira bahwa malam ini hanya ada pada zaman Rasulullah SAW . Seorang sahabat pernah bertanya pada Rasulullah SAW tentang malam Lailatul Qadar, Rasulullah SAW menjawab

“Lailatul Qadar ada pada setiap bulan Ramadhan.” (HR Abu Dawud).

Menurut para alim ulama yang didasarkan dari beberapa hadits menerangkan, malam Lailatul Qadar jatuh pada satu malam di bulan Ramadhan, adapun haditats yang menyatakan jatuhnya waktu malam lailatul qadr adalah malam-malam ganjil pada sepuluh malam tehal ini, 10 malam terakhir tersebut bisa jadi ada diantara malam ke 21, 23, 25, ataupun 27. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW yang berbunyi.

“Carilah malam Lailatul Qadar pada malam-l terakhir Ramadhan” jelas satu hadis yang diriwayatkan oleh  Siti Aisyah RA.

Hadis lain menyebutkan bahwa malam lailatul qadar jatuh pada malam ke-27 bulan Ramadhan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Umar, “Ada beberapa sahabat Nabi saw telah diperlihatkan lailatul qadar dalam mimpi di malam ke-27, maka Nabi saw bersabda; aku perhatikan mimpimu bertepatan dengan malam ke 7 terakhir, maka siapa berusaha untuk mendapatkannya hendaknya berusaha untuk mencarinya pada malam 7 terakhir,” jelas hadis yang diwayatkan oleh Muttafaqun Alaih.

Lalu, seperti apa ciri-ciri malam Lailatul Qadar?

Meskipun malam lailatul qadar tidak dapat diketahui dengan pasti, namun ada beberapa tanda yang dapat diamati dan tanda-tanda tersebut menunjukkan datangnya malam lailatul qadar. Adapun tanda-tanda malam lailatul qadar tersebut antara lain:

Pada hari dimana malam lailatul qadr akan datang, matahari bersinar tidak terlalu panas  atau cahayanya meredup sehingga cuaca pada hari itu sangat sejuk sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW

Malam tersebut biasanya akan terbawa kedalam mimpi seseorang yang mengidamkan lailatul qadr. Dalam mimpinya tersebut seseorang biasanya akan merasakan malam yang berbeda dengan malam-malam yang lain

Pada malam harinya tanda yang lain adalah langit malam akan nampak bersih, dan tidak nampak awan bahkan sedikit pun, suasana malam sangat tenang dan sunyi, tidak dingin dan tidak juga panas. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda “Malam Lailatul Qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas.”

Merasakan nikmat yang lebih saat beribadah dibandingkan dengan malam lainnya. Pada malam lailatul qadar, para malaikat turun ke bumi dan mereka memberikan rahmat serta membuat umat islam yang beribadah merasa lebih tentram dan damai. Bulan akan muncul dimalam ini dan nampak separuh.

Pada malam ini angin akan berhembus dengan lembut dan membawa kesejukan bagi umat manusia. Tidak turun hujan pada malam lailatul qadar meskipun sedang dalam musim penghujan. Malam nampak sangat terang meskipun bulan hanya nampak separuh hal ini dikarenakan pada malam lailatul qadar langit tidak tertutupi awan sedikitpun

Dengan adanya tanda-tanda ini diharapkan umat muslim dapat lebih mudah mengidentifikasi atau mengenali lailatul qadar, sehingga dapat menjalankan ibadah sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya pada malam yang diyakini sebagai malam lailatul qadar tersebut, namun tanpa mengurangi ibadah-ibadah pada malam lainnya. (h-ri)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat