in

Gelombang Manusia Hadiri Pemakaman Razan al-Najar, israel Panik

Pemakaman Razan al-Najar

kicknews.today – Ribuan orang menghadiri pemakaman Razan al-Najar di Gaza pada Sabtu (2/6), termasuk beberapa yang dia perlakukan ketika mereka terluka di protes perbatasan sebelumnya. Tubuhnya dibungkus dengan bendera Palestina dan diarak melalui jalan-jalan dengan tandu oleh pelayat.

Razan al-Najar ialah seorang perawat wanita yang tewas ditembaki militer israel saat sedang merawat korban terluka akibat kerusuhan di perbatasan gaza, Palestina.

“Dengan jiwa dan darah kami, kami melepaskanmu, martir Razan,” kata pelayat berteriak ketika jasad itu dibawa ke rumahnya untuk perpisahan terakhir sebelum dimakamkan.

Penduduk mengatakan, al-Najar adalah tokoh populer di tempat-tempat protes dan gambar-gambar yang menggambarkan dirinya sebagai malaikat yang beredar di media sosial Palestina.

Kematiannya membuat warga Palestina tewas menjadi 119 orang dalam unjuk rasa mingguan yang diadakan pada 30 Maret di Jalur Gaza, daerah kantong yang dikendalikan oleh kelompok Islamis Hamas dan subyek panjang untuk mengekang embargo Israel dan Mesir.

Utusan perdamaian Timur Tengah Amerika Serikat Nickolay Mladenov mengatakan di “Twitter”: “Tenaga medis adalah #NotATarget (#BukanSasaran)!” “#Israel perlu mengkalibrasikan penggunaan kekuatannya dan Hamas perlu mencegah kejadian di pagar. Peningkatan ketegangan hanya menambah banyak korban jiwa,” tambahnya.

Menyadari gelombang itu, Militer Israel pada Sabtu (2/6) mengatakan akan menyelidiki pembunuhan terang-terangan oleh pasukannya atas perawat Palestina pada Jumat dalam unjuk rasa di sepanjang perbatasan Gaza.

Pejabat dan saksi mengatakan pasukan Israel menembak mati Razan al-Najar, yang berusia 21 tahun, relawan kesehatan, saat ia berlari menuju pagar perbatasan, timur kota Gaza selatan Khan Younis, dalam upaya menjangkau korban.

Militer israel mengatakan pejuang Palestina menyerang pasukannya di sepanjang perbatasan itu.

israel membuat pernyataan tertulis melalui siaran pers pada Sabtu, militer Israel mengatakan akan menyelidiki kematian al-Najar. (ant-red)