in ,

Kapolri: Asal Aman, Lombok dan Sumbawa akan jadi Primadona Setelah Bali

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi dan Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian

kicknews.today – Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi H Tito Karnavian dalam kunjungannya ke Mataram, Lombok Nusa Tenggara Barat, Rabu (30/5) mengatakan bahwah Lombok dan Sumbawa akan menjadi daerah primadona setelah Bali.

Hal ini dikatakan Kapolri dengan alasan bahwa saat ini Bali sudah over crowded. Sedangkan Lombok dan Sumbawa merupakan daerah yang kini sedang berkembang sangat pesat dan sangat subur.

“Bali sudah over crowded, sudah terlalu penuh. Berikutnya primadonanya adalah Lombok dan di sebelah di Sumbawa juga tidak kalah indahnya. Alamnya sangat luar biasa,” cetusnya.

Dikatakan Kapolri, Mungkin bagi yang tinggal di Lombok atau Sumbawa saja tidak merasakan. Namun bagi yang sering keluar daerah seperti misalnya Gubernur NTB yang sudah di Mesir atau ke Timur Tengah sudah pasti sangat merasakan perbedaannya.

“Saya baru pulang dari Jordania kemarin. Begitu jalan, pasir semua. Bayangkan di daerah Indonesia terutama Lombok dan Sumbawa, semua hijau. Apapun ditanam semua jadi,” katanya.

“Ini adalah nikmat dari Allah Subhanahu Wataala yang diberikan kepada masyarakat NTB,” tambahnya.

Menggambarkan suasana ini, Kapolri mengutip ayat Al Qur’an di surat Arrahman yang artinya, “Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang engkau dustakan?”

Namun demikian dia mengingatkan bahwa dari sekian banyak nikmat itu, baginya nikmat keamanan adalah yang paling utama.

“Nikmat yang paling penting sekali bagi masyarakat NTB yang diberikan oleh Allah SWT menurut saya adalah nikmat aman,” ujarnya.

Karaena kalau tidak aman, lanjutnya, mau membangun apa saja dengan keindahan alam seperti apapun maka tidak dapat kita nikmati.

Dia mencontohkan seperti daerah Afghanistan yang punya emas, Irak yang memiliki Minyak tetapi kondisinya tidak aman dan dalam situasi perang. “Siapa yang mau datang ke sana?” tanyanya.

Lebih jau dijelaskan, nikman aman inilah yang membuat semuanya bisa berjalan.

“Di tengah keamanan, Pak Gubernur bisa menjalankan program-programnya, Pak Bupati dan Walikota bisa mengerjakan segala macam,” tutur dia. (red.)