in

POWER UP dan Kesetaraan Gender di NTB

Ilustrasi Kesetaraan Gender

kicknews.today – Kesetaraan hak dan perlakuan yang sewajarnya pada Perempuan semakin menjadi sorotan banyak orang, bahkan organisasi maupun lembaga, sebagaimana yang terus dilakukan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Nusa Tenggara Barat, kini menjalin mitra dengan OXFAM.

OXFAM adalah organisasi nirlaba dari Inggris yang fokus pada pembanguna, penanggulangan bencana dan advokasi, menjalin kerja sama dengan mitra lainnya, untuk mengurangi penderitaan di seluruh dunia.

Saat ini PKBI dan OXFAM sedang menggalakan sebuah pilot Program yang dinamakan POWER UP, mengadakan pelatihan di 15 Desa untuk dua Kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah, yang dimualai hari kamis 24 Mei  2018 sampai dengan hari Sabtu 2 Juni 2018.

Pelatihan tersebut  bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepekaan gender dan hak-hak perempuan pada laki-laki, sehingga mampu memberikan dukungan dan mendorong patisipasi perempuan dalam perencanaan pembangunan Desa.

Ida Wahyudah, Manager Program POWER UP saat ditemui kicknews.today, Sabtu (26/5) di Kantor Desa Sepakek sebagai lokasi pelatihan menjelaskan, kegiatan yang sedang berlansung merupakan langkah, setrategi, yang nantinya peserta pelatihan bisa menjadi gender dan kader penggerak di Desa.

“Peserta yang kami libatkan berasal dari tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh pemuda, dimana seorang tokoh tentu sekali sedikit didengar di lingkungannya, nah mereka inilah yang nantinya akan memberikan pemahaman pada masyarakat banyak, terkait keikutsertaan Perempuan dalam Perencanaan Desa,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini juga nantinya diharapkan peserta mengalami peningkatan pengetahuan, dalam pemahaman tentang gender, mengikut sertakan perempuan dalam mengambil sebuah keputusan di Desa.

Diharapkan juga adanya dukungan laki-laki (suami) terhadap perempuan (istri) ikut berpartisipasi penuh terhadap Desa.

Di tempat yang sama, Direktur PKBI NTB Ahmad Hidayat mengatakan dirinya berhap semua masyarakat semakin bisa terbuka, dan mulai berpikir bahwa perempuan juga bisa memiliki ide dan mampu berpikir untuk sebuah tatanan perencanaan Desa, sehingga tidak hanya cukup sebagai istri di rumah saja.

“Sudah seharusnya keberadaan perempuan dan keterlibatannya diakui dan diangkat oleh kaum adam, tidak hanya berdiam urus pekerjaan rumah saja, saya sangat berharap apa yang dilakukan program POWER UP sekarang ini bisa membuahkan hasil, dan terus dikembangkan diseluruh NTB,” harapnya. (ir)

Tinggalkan Balasan