Polisi Buka Jalan Lintas Provinsi di Bima yang Diblokir karena Bentrok

kicknews.today – Sekitat pukul19.00 wita malam tadi, di jalan Raya lintas Sanolo Sindosia kecamatan Bolo Kabupaten Bima, warga melakukan pemblokiran jalan di Jembatan Sonco tepat di depan masjid Nurul Huda Sonco, Jumat, (25/05).

Pemblokiran jalan yang di lakukan warga tersebut lantaran warga Dusun Sonco Desa Sondo, FM (20) diduga mengancam FR, (20). Akibatnya, warga Dusun Sonco Dusun Sanolo bentrok.

Polisi melakukan pembubaran paksa atas bentrokan yang sempat mengganggu arus lalulintas utama provinsi itu selain sekelompok warga hendak bembakar dan merusak rumah terduga FM yang mengancam FR, karna tidak terima di ancam.

Didapati laporan, korban bersama warga mendatangi pihak berwajib untuk melaporkan pengancaman itu. Namun Pada saat yang bersaman sekelompok warga Dusun Sonco berlarian menuju Rumah Pelaku di Depan RSUD Sondosia untuk menghakimi pelaku dan melakukan pengerusakan rumah terduga pengancaman.

Patroli Brimobda NTB Kompi A juga diterjunkan membubarkan aksi tersebut. Tembakan peringatan dilepaskan petugas guna menghalau massa yang sudah berkumpul dan memblokir jalan.

Tidak lama kejadian tersebut berlansung Kapolres Bima bersama Dandim tiba di lokasi pemblokiran dan memberikan himbauan agar jalan bisa dibuka kembali.

“Atas nama Polres Bima saya minta maaf  kepada warga Sanolo. Saya akan lakukan segala cara untuk daerah ini dan mohon bantuan warga Sanolo agar jalan dibuka supaya kendaraan bisa jalan” kata AKBP Bagus S Wibowo Kepada warga yang memblokir jalan tersebut.

Atas himbauan dari orang nomor satu di Kepolisian Polres Bima tersebut, sekelompok warga melakukan pembukaan jalan bersama dan arus lalulintas yang sebelumnya diblokir kini lancar kembali.

Mengantisipasi terjadinya aksi susulan AKBP Bagus bersama perwakilan keluarga korban, Tokoh pemuda dan  Kades Sanolo melakukan pertemuan terbatas. Dikatakan saat ini situasi di lokasi kejadian sementara dapat dikendalikan. (awi)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat