Hastag Tolak Gaji ke-13 dan 14 Mendadak Ramai di Mataram

kicknews.today – Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) terkait pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 untuk para pegawai negeri sipil (PNS), pensiunan PNS, serta anggota TNI dan Polri.

Rencana gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) atau gaji ke-14 ini menjadi kabar gembira bagi PNS, Pensiunan, anggota TNI dan Polri. Seperti halnya yang dirasakan Metin (59) warga Lingkungan Cakranegara Barat.

Metin merupakan pensiunan PNS salah satu dinas yang berada di bawah kewenangan Pemprov NTB, saat ini hatinya tengah berbinar-binar menanti realisasi pencairan gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR).

“Walaupun gaji ndak ikut naik, asalkan bisa dapat THR, ndak apa-apa. Itu aja udah cukup untuk memenuhi kebutuhan hari raya lebaran nanti,” ungkap Metin, Jumat (25/5).

Bagi Metin, gaji ke-13 itu nanti sebagian akan digunakannya untuk kebutuhan rumah tangga, seperti bayar tagihan PDAM dan listrik. Sedangkan sebagiannya lagi akan digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah anaknya” katanya.

Dua skema tambahan gaji ini bagi PNS dan pensiunan, dianggap jadi penghilang dahaga atas kebijakan pemerintah yang selama ini tak menaikkan gaji sejak 2016. Kenaikan gaji itu seolah-olah sudah dianggap sebagai tradisi tahunan yang terus diharapkan di kalangan pegawai negeri dan pensiunan.

Namun demikian berbeda halnya dengan Idi (28), petani muda asal Jerowaru Lombok Timur ini kurang setuju dengan gaji ke-13 dan 14 yang akan didapatkan PNS dan pensiunan itu.

“Sebagai warga biasa tentu gak setuju lah. Kita harusnya berpikir menggunakan pendekatan jasa. Gaji ke-13 dan ke-14 itu jasa apa yang mau dibayarkan pemerintah? Padahal kan mereka (PNS/pensiunan) itu ndak kerja. Enak sekali kok tiba-tiba dapat gaji berlipat-lipat,” katanya melalui pesan messenger.

Menurut aktivis NGO ini, alangkah bijaksananya seandainya uang itu digunakan untuk yang lebih bersifat umum, yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

“Sebaiknya uang yang akan dialokasikan negara untuk membayar gaji ke-13 dan ke-14 itu, dipakai untuk pembangunan atau untuk pemberdayaan masyarakat miskin, agar masalah kemiskinan cepat terselesaikan” jelasnya.

Menanggapi hal ini, seorang netizen yang merupakan warga Mataram Wayan Santiasa Gober mengunggah gambar hastag 2018 Tolak Gaji ke-13 melalui akun fecebook-nya.

“Buat teman-teman yang PNS yang suka protes karena hutang negara banyak, ini ada kesempatan untuk kalian untuk membantu hutang negara. Ini saya buatkan hastagnya,” kalimat dalam hastag gambar yang diunggah Wayan.

Unggahan ini pun ditanggapi oleh akun lain bernama Baiq Ririen, “Gaji 13 emang udah ada sejak zaman pak SBY, Om. Hahahaha”

“Yang nyinyir itu kan mental subsidi” balas Wayan.

“Ah, masa istri di rumah ndak pernah ngeluh masalah tarif listrik naik, haha orang kaya. Berarti yang ngeluh hanya mental orang-orang subsidi yak. Apalah daya diriku” balas Baiq Ririen.

Pada Juni 2018 ada tiga jenis gaji yang bakal didapatkan PNS, yakni gaji bulanan reguler, gaji ke-13, dan gaji ke-14 atau THR.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pemerintah juga berencana akan menaikkan besaran nominal THR. Dimana standar THR yang akan didapatkan PNS, anggota TNI/Polri dan pensiunan PNS tidak hanya dari gaji pokok saja, tetapi akan ditotal dari tunjangan-tunjangan lainnya.

Ketentuan yang mengatur gaji ke-13 tertuang di dalam Peraturan Pemerintah No. 23/2017 tentang Pemberian Gaji, Pensiun atau Tunjangan Ketiga Belas kepada PNS, TNI, Polri, Pejabat Negara dan Penerima Pensiun atau Tunjangan.

Sementara itu, gaji ke-14 atau biasa disebut dengan THR hanya terdiri dari gaji pokok saja. Hal itu tertuang di dalam Peraturan Pemerintah No. 25/2017 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya kepada PNS, TNI, Polri dan Pejabat Negara.

Besar kecilnya nominal gaji ke-13 dan ke-14 yang didapat masing-masing PNS dan pensiunan tentunya bisa berbeda-beda, tergantung dari banyak faktor, mulai dari lama kerja, golongan, hingga jabatan. Namun yang pasti semakin tinggi golongan dan jabatan, maka semakin tinggi besaran gaji yang akan didapatkan. (hri)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat