in

Disperindag Lobar Dukung 212 Mart dan Ritel Modern Berkonsep Syariah

212 Mart

kicknews.today – setiap usaha yang dikembangkan mempunyai konsep tersendiri, seperti halnya ritel modern berkonsep syariah yang kini sudah mulai beroperasi di Lombok Barat (Lobar) NTB.

Pemda Lobar melalui Disperindag mengembangkan konsep ritel syariah modern ini di beberapa tempat. seperti salah satu produk berkonsep syariah yang kini sudah mulai berjalan yaitu Koperasi 212 yang ada di Kecamatan Labuapi Lobar NTB.

Koperasi 212 ini telah beroperasi dan mendapat dukungan juga persetujuan dari pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lobar, sejak maret 2018. Demikian dijelaskan Kepala Disperindag Lobar Agus Gunawan saat ditemui kicknews di ruang kerjanya, Jum’at (25/5).

“Kita mendukung adanya usaha ritel moderen yang berkonsep syariah di Lobar, dan saya harap tidak hanya koperasi 212 ini saja yang seperti ini,” ungkapnya.

Menurut Agus, pihaknya, dalam hal ini Disperindag Lobar sendiri berencana untuk melakukan pemerataan pendirian ritel modern ini, bahkan sampai ke seluruh wilayah yang ada di Lobar. Untuk itu, Disperindag sendiri menargetkan agar di setiap kecamatan yang ada, terdapat satu retail dengan konsep syariah.

Walaupun diakui Kadis Perindag itu bahwa untuk sekarang ini, hanya baru satu ritel yang diajukan dan disetujuinya, yakni hanya yang ada di Kecamatan Labuapi. Dia berharap agar kecamatan-kecamatan lain akan segera menyusul pendirian ritel syariah modern ini.

“Kita siapkan untuk ritel ini 10 kuota, supaya ada di masing-masing kecamatan. Jadi semua wilayah di Lobar merasakan juga perlakuan yang sama dari Pemerintah Daerah, makanya sampai sekarang dan kapanpun kami terus menunggu kecamatan yang lain,” ujarnya.

Bukan hanya itu, menurut Agus konsep usaha yang sesuai dengan tatanan bisnis islam, konsep ritel nampaknya lebih mudah diterima oleh masyarakat. Termasuk juga dianggap Agus, lebih cocok dengan mental karakter masyarakat Lobar yang berkarakter agamais.

“Kita anggap cocok dengan mental karakter masyarakat kita yang mayoriras beragama muslim, tapi saya pikir semua agama menganjurkan cara berbisnis yang sehat dan halal menurut kepercayaannya” imbuhnya. (ir)

Tinggalkan Balasan