in

Dua Polisi di Polres Lombok Tengah Dipecat, Dua Lagi Menyusul

Upacara PTDH di Polres Lombok Tengah

kicknews.today – Dua personel anggota Polres Lombok Tengah, Selasa (22/5) dipecat dengan tidak hormat dari institusi Kepolisian. Apel Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) itu dipimpin langsung oleh Kapolres Lombok Tengah, AKBP Kholilur Rochman, dan disaksikan oleh para anggota di halaman Polres Lombok Tengah, pukul 08.00 wita.

Kedua anggota Polisi yang dipecat itu yakni Bripka Suwito Widodo, dan Brigadir Rahmat Hidayat.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Kholilur Rochman mengatakan, kedua anggota polisi yang dipecat ini karena tidak bisa menjalankan tugas dengan baik. Selain itu juga, mereka ini terlalu sering melakukan pelanggaran disiplin sesuai aturan yang ada.

“Bripka Suwito Widodo itu dipecat karena melakukan pelanggaran memakai Narkoba. Sedangkan Brigadir Rahmat Hidayat itu dipecat karena sudah tiga bulan tidak masuk atau malas,” ujar AKBP Kholilur Rochman.

Dikatakan dia, pemberhentian dua anggota ini bisa dijadikan referensi bagi semua anggota Polres Lombok. Karena kedua anggota ini sudah melebihi apa yang diatur sesuai dengan tugasnya.

Mereka tercatat sudah tidak pernah masuk selama tiga bulan dan tentunya bukan hanya absesi yang menjadi barometer, namun ada berapa hal lain yang dilakukan oleh dua anggota tersebut. Sehingga mereka diajukan untuk diberhentikan oleh Dewan pertimbangkan karir Polri.

“Masih ada dua anggota lagi yang akan menyusul mereka ini yakni Gede Sutana, dan Eko Karwiyoso yang melanggar disiplin. Terpaksa kedua anggota itu akan diberhentikan sesuai mekanisme,” ujarnya.

Menurutnya, apabila kedua anggota yang dipecat itu masih cinta Polri, masih mau mencari makan dari Polri, tentunya mereka akan hadir dalam kegiatan hari ini. Namun, buktinya mereka tidak berani hadir diacara hari ini.

“Kalau kita semua cinta Polri mari kita jalani tugas ini dengan baik,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres menegaskan, bahwa kedua anggota tersebut sudah tidak lagi menjadi anggota Polisi. Sehingga pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya apabila mereka membawa nama institusi Polri dalam bentuk apapun. Kalau ada diantara mereka membawa nama institusi supaya dilaporkan kepada pihak Kepolisian.

“Mereka itu bukan lagi menjadi anggota Polisi aktif,” pungkasnya (ade)