Polda NTB Segera Limpahkan Kasus Prostitusi ke Kejaksaan

kicknews.today – Direktorat Reserse Kriminal Umum IV Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Selasa (22/5), akan mengajukan pelimpahan berkas kasus prostitusi,  yang terjaring dalam Razia Penyakit Masyarakat (Pekat). Razia ini digelar mulai tangal 12-25 April 2018 lalu.

Dalam jumpa pers yang digelar Selasa (22/05) di ruang loby Polda NTB, Kanit Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Iptu Faisal Apriadi menerangkan, jaringan prostitusi yang berhasil diciduk itu terjadi di tiga lokasi dengan pelaku yang berbeda-beda.

“Tempat kejadian dan waktunya berbeda, tanggal 15/04 itu di Hotel Graha Ayu, kemudian tanggal 17/04 terjadi di Hotel Handika, dan selanjutnya tanggal 22/04 kita jaring kembali di Mataram Hotel, pelakunya juga berbeda,” jelasnya.

Acara gelar perkara kasus prostitusi tersebut menghadirkan tiga orang terduga pelaku yakni, Wayan asal Mataram, Rahman (31) asal Lombok Tengah, Wendy (33) asal Meninting.

Sementara korban masing-masing berinisial K, kemudian AY dan A. Dugaan praktik prositusi ini juga dikuatkan dengan adanya barang bukti yang ditunjukkaan saat gelar perkara, yakni barang bukti berupa uang tunai, hand phone, bil hotel, kondom, handuk, dan seprai.

Lebih lanjut Faisal Apriadi menjelaskan, korban kasus prostitusi yang diungkapnya itu tidak ada yang di bawah umur.

“Sesuai hasil penyidikan, sejauh ini yang kami ketahui korbannya sudah cukup umur, yakni dari kalangan mahasiswa dan dari kalangan terapis salon dan spa, dengan tarif berkisar satu juta” ungkapnya.

Sedangkan untuk pelaku, murni sebagai mucikari dengan imbalan sejumlah uang dari pelanggan yang memakai jasanya.

Rencananya, Ditreskrimum hari ini (22/5) akan melimpahkan berkas kasus tersebut ke Kejaksaan, karena sudah dianggap lengkap dan memenuhi syarat yang dikuatkan dengan adanya sejumlah saksi dan barang bukti yang bisa digunakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam proses peradilan.

“Kalau tidak ada halangan dan karena sesuai dengan tanggapan dari JPU semua berkasnya sudah lengkap maka hari ini kami akan ajukan ke Kejaksaan” ujar kanit TPPO tersebut. (ir)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat