Lombok Tengah Dijadikan Pusat Pengembangan Klaster Padi Organik

kicknews.today – PT. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Senin (21/5), melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama pengembangan klaster padi organik di wilayah Lombok Tengah.

Penandatanganan pengembangan klaster padi organik itu, dilakukan Plt. Bupati Lombok Tengah L. Pathul Bahri dan Kepala BI Perwakilan NTB Acharis Sarwani, di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Lombok Tengah.

“Tujuan program ini tidak lepas untuk mendukung program Kementerian Pertanian menjaga swasembada pangan khususnya beras, dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan individu,” ujar Kepala BI Perwakilan NTB Acharis Sarwani dalam sambutannya.

Dijelaskan, untuk mencapai swasembada pangan itu Kementerian Pertanian memilik upaya khusus yang fokus pada pengembangan padi, jagung, dan kedelai.

Provinsi NTB adalah lumbung pangan nasional dan salah satu lumbungnya NTB itu ada di Kabupaten Lombok Tengah. Sehingga pengembangan pertanian organik ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas produksi padi di NTB.

“Program ini untuk meningkatkan produksi padi dan meningkatkan kualitas beras di NTB, sehingga pusat pertanian organik NTB itu salah satunya dipusatkan di Lombok Tengah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Kepala BI Perwakilan NTB juga menyampaikan, untuk mendukung swasembada pangan, anggaran yang dialokasikan untuk sektor pertanian mencapai Rp 41 miliar karena potensi pembiayaan pertanian itu cukup besar.

Dia memaparkan bahwa dalam kerjasama itu pihaknya lebih pada percontohan dalam bentuk pengembangan pertanian organic, karena konsep organik ini lebih pada produksi dan kesehatan lingkungan.

“Konsep pengembangan pertanian organik ini selain memproduksi beras, kita juga memperbaiki area tanam,” ucapnya.

Menurutnya, pengembangan pertanian organik ini kualitasnya sangat baik dan harganya cukup bagus, sehingga ini kesempatan bagi petani di Lombok Tengah, untuk bisa memproduksi beras kualitas premium.

Lebih jauh dia menyampaikan, kebutuhan beras di NTB akan lebih meningkat dengan majunya pengembangan pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Madalika Resort.

“Peningkatan ekonomi NTB itu didukung oleh sektor pertanian, dan pertumbuhan pariwisata,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Lombok Tengah L. Pathul Bahri menyampaikan apresiasi atas ditetapkannya Lombok Tengah sebagai pengembangan klaster padi organik. Ke depan kebutuhan padi di Lombok Tengah akan semakin meningkat, dengan majunya parawisata di KEK Mandalika Resort.

“Kami tetap melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pertanian, dan Lombok Tengah wajib mendukung program nasional tersebut,” pungkasnya.

Kegiatan penandatanganan pengembangan klaster padi organik itu dihadiri pula pihak Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB, Kepala Bank NTB, Kepala SKPM, serta Kepala UPT Pertaniaan dan Peternakan Lombok Tengah. (ade)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat