in

Imigrasi Mataram Tangkap ‘Cukong’ TKI Ilegal asal Malaysia

Imigrasi Mataram

kicknews.today – Petugas Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Nusa Tenggara Barat, menangkap seorang Warga Negara Asing asal Malaysia berinisial MR, yang diduga berperan sebagai cukong usaha perekrutan tenaga kerja Indonesia nonprosedural (ilegal).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Dudi Iskandar di Mataram, Jumat (18/5), mengatakan, dugaan tersebut muncul berdasarkan barang bukti yang diamankan petugas dari hasil penggeledahan tempat tinggal sementaranya di wilayah Mataram.

“Dari penggeledahan tempat tinggalnya, ada ditemukan sejumlah dokumen paspor dan data kependudukan WNI. Kami menduga ini semua ada dibawah penguasaannya,” kata Dudi Iskandar.

Secara lengkap, barang bukti yang diamankan petugas dari tempat tinggal sementara MR di wilayah Seganteng, Kota Mataram, antara lain berupa lima paspor Indonesia, tiga paspor Malaysia, dua KTP, dua akta nikah dan kartu keluarga.

“Dari pengakuannya, orang yang identitasnya ada dalam data kependudukan dan paspor, semuanya adalah saudara dari istrinya yang asal Lombok,” ujarnya.

Terkait dengan hal tersebut, Kasubsi Pengawasan Kantor Imigrasi Kelas I Mataram I Made Surya, mengungkapkan bahwa pihaknya akan membuat persoalan tersebut menjadi terang.

Untuk itu, penyidik keimigrasian pada pekan depan mengagendakan pemeriksaan terhadap orang yang identitasnya tercantum dalam data kependudukan maupun paspor.

“Kalau tidak ada halangan, pekan depan semuanya akan kita minta klarifikasinya,” ucap Surya.

Berdasarkan data informasi pribadinya, MR bekerja di salah satu perusahaan sawit di Malaysia. MR diketahui sering keluar masuk wilayah Indonesia dan terakhir datang pada 16 Februari 2018 menggunakan bebas visa kunjungan (BVK) yang masa berlakunya hingga 30 hari.

“Karena itu yang bersangkutan baru disangkakan terhadap Pasal 78 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian, ‘overstay’, sanksinya deportasi. Kalau Pasal 130 (menguasai dokumen perjalanan milik orang lain), masih kita dalami,” ujarnya.

Lebih lanjut, MR yang telah diamankan di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas I Mataram ditangkap petugas pada Senin (14/5). MR ditangkap berdasarkan pendalaman informasi dan kerja sama masyarakat di lapangan. (ant)