Air Irigasi ‘Dicuri’ di Lombok Tengah, Petani di Lombok Barat ‘Menjerit’

kicknews.today – Sekitar 300 hektar lahan tanaman padi di wilayah Desa Giri Sasak dan Kuripan Selatan terancam gagal panen dikarenakan krisis air yang disuplay dari Daerah Irigasi (DI) Bendungan Batujai Lombok Tengah, sehingga tak mampu mengairi lahan pertanian petani.

Hal ini disebabkan karena debet air di bendungan Batujai mengalami penurunan dan ini diperparah dengan maraknya aktivitas “pencurian” air di sepanjang saluran irigasi di daerah hulu.

Kepala desa Giri Sasak, Hamdani yang dijumpai kicknews.today ketika melihat lahan pertanian warganya, Jum’at (18/5), mengatakan, selama beberapa minggu terakhir lahan pertanian warga di wilayahnya tidak mendapatkan pasokan air dan menyebabkan lahan pertanian tersebut mengalami kekeringan.

“Kalau dalam sepekan ke depan tidak ada air irigasi maka padi milik petani akan mengalami gagal panen,” terangnya.

Hamdani juga menjelaskan luas lahan pertanian diwilayahnya ada 211 hektar. Sekitar 11 hektar mampu ditanggulangi melalui bendungan Pengga Praya Barat Daya, sedangkan sekitar 200 hektar lahan pertanian merupakan wilayah pengairan Bendungan Batujai, Praya Barat.

Lahan ini mengalami kekeringan mulai Minggu kemarin dan belum mendapatkan pasokan air.

Hamdani menambahkan, para petani di wilayah desanya sudah resah, karena lahan yang mereka tanami padi sebagian besar sudah mengalami kekeringan, bahkan daun padi sudah mulai mengering sehingga diprediksi akan mengalami gagal panen.

“Kalau kegagalan panen ini terjadi maka para petani di wilayah kami, akan mengalami kerugian ratusan juta rupiah,” kesal Hamdani.

Untuk mengatasi persoalan air ini, pihaknya pun turun bersama Danpos Ramil Kuripan, Babinsa Kuripan dan Babinkamtibmas Giri Sasak serta Babinkamtibmas Kuripan Selatan.

“Setelah ditelusuri ke daerah irigasi di Lombok Tengah, ditemukan pencurian air oleh petani yang seharusnya tidak mendapatkan jadwal pembagian air namun dicuri menggunakan mesin pompa penyedot air,” jelas Kades Giri Sasak.

Sementara itu Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Lobar Mawardi menyatakan, pihaknya melalui UPT Kecamatan sudah turun ke lokasi untuk membantu petani, menaikkan air menggunakan mesin pompa.

“Kami melalui UPTD sudah turun cek ke lokasi lahan petani yang memang benar kekeringan, dan untuk sementara solusinya kami masih menaikkan menggunakan mesin pompa untuk saling pinjam, sesama petani,” kata Mawardi.

Mawardi juga sedikit menerangkan terkait pembangunan sumur dangkal yang sejauh ini belum terlaksana, namun untuk di Desa Giri Sasak sendiri tahun ini akan dilaksanakan pembangunannya. (ir)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat