Pasar Murah Digelar Disperindag Lobar Jelang Ramadhan

kicknews.today – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Kabupaten Lombok Barat (Lobar) NTB, bekerjasama dengan sejumlah distributor kebutuhan pokok dan Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional NTB kembali menggelar pasar murah.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Lobar Syahrudin mengatakan, kegiatan pasar murah dihelat guna membantu warga kurang mampu, memperoleh kebutuhan pokok dengan yang bisa dijangkau, menjelang bulan puasa.

Yayasan Pendidikan dan Sosial Ishlatul Insan, Desa Dopang Kecamatan Gunungsari, menjadi salah satu Lokasi Pasar Murah  Senin (14/05).

Rencananya kegiatan serupa juga akan digelar di Kantor Ketahanan Pangan Lobar, pada tanggal 21 mei dan beberapa lokasi lainnya.

“Pasar murah yang kami gelar hari ini merupakan yang pertama kali menjelang puasa. Pasar murah ini kita adakan di lokasi Desa Dopang karena ada permintaan dari desa dan warga setempat. Nanti menjelang Lebaran Idul Fitri juga akan digelar bersama dengan distributor,” jelas Syahrudin pada kicknews.today.

Di pasar Murah beras dijual dengan harga Rp. 8.300/kg, gula pasir putih Rp. 12.000/kg, gula pasir kuning Rp. 11.500/kg, minyak goreng kemasan merek Lavenia dijual Rp. 22.500/2 liter, mie instan Rp. 10.000 isi 5, kemudian satu buah kecap manis ukuran botol kecil seharga Rp. 5.000 dan sabun cuci cair Rp. 5.000/sachet.

Syahrudin menambahkan, harga kebutuhan pokok di pasar murah tersebut lebih rendah, dibandingkan dengan yang berlaku di pasar biasa.

“Bahan pokok didaoatkan lebih murah, karena langsung dijual oleh distributor dari Dinas Ketahanan Pangan Lobar, Bulog NTB, Indofood, Indomaret dan distributor lainnya,” tambahnya.

Kegiatan pasar murah sendiri merupakan kegiatan rutin, yang digelar Disperindag tiap tahunnya. Hasanah salah seorang warga yang dikonfirmasi di lokasi, mengaku sangat bersyukur dengan kegiatan pasar murah ini.

“Dengan diadakan pasar murah ini kami sangat bersyukur dan senang sekli, karena bahan sembako yang dijual lebih murah harganya, dibanding membeli di pasar, terlebih menjelang bulan puasa seperti ini harga di toko pasti lebih mahal,” katanya. (ir)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat