Ini Harga Kebutuhan Pokok di Pulau Sumbawa Jelang Ramadhan 2018

kicknews.today – Menjelang masuknya bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah/2018 Masehi, Senin (14/5), Dinas Perdagangan NTB menyisir satu persatu pasar dan tempat perbelanjaan kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Sumbawa Barat dan Sumbawa. Hal itu dilakukan untuk mengurangi celah para pedagang menaikkan harga dengan manfaatkan momen Ramadhan.

Tim Terpadu Disdag bersama Satgas Pangan Polda NTB dipimpin  Hj. Putu Selly Andayani, M.Si., menyasar ritel moderen seperti Alfamart Sat Raya Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat.

Terpantau, komoditas yang tersedia telah sesuai Harga Eceran Tertingi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yaitu minyak goreng kemasan sederhana seharga Rp 11.000 per liter, gula pasir kemasan SNI Rp 12.100, beras premium Rp 12.800 per kilogram, dan telur ayam ras ukuran besar Rp 1.700 per butir.

“Kami melihat harga masih standar, belum ada ditemukan permainan harga,” ungkap Putu Selly saat dikonfirmasi, Selasa (15/5).

Sementara untuk sidak di Mini Market Gerbang KTC terpantau harga masih di atas HET, yaitu gula pasir Rp 16.000 per kilogram, minyak goreng Fortune dan Rose Brand Rp 16.000 per liter, telur ayam ras Rp 5.000 per tiga butir.

“Malah kita temukan produk kadaluwarsa yang masih dipajang berupa Kara Nata De Coco kemasan gelas sebanyak tiga buah, dan kemasan plastik sebanyak enam buah. Diminta untuk ditarik dan dikembalikan ke distributor,” ungkapnya

“Selain itu ditemukan juga adanya penjualan gas 3 kg dengan harga Rp 35.000 per tabung,” imbuh dia.

Selanjutnya, saat tim berpindah menyisir Pasar Tana Mira Taliwang, ditemukan harga beras lama dan beras baru Rp 10.000 per kilogram, daging sapi Rp 110.000 per kilogram, dan daging ayam broiler Rp 45.000 per kilogram.

Dijelaskannya bahwa harga bahan kebutuhan pokok lain masih stabil dan stok juga cukup tersedia.

Perjalanan Disdag itu bukan terhadap pedagang saja. Melainkan, kantor Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa Barat didatangi untuk melakukan koordinasi.

Sekretaris Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa Barat Ir. Syafruddin saat dilakukan koordinasi oleh tim gabungan menjelaskan, harga sembako di wilayahnya masih dalam posisi stabil dan stok cukup tersedia.

Dia menyampaikan bahwa saat ini distributor untuk wilayah KSB tidak ada, namun didatangkan dari Kabupaten Sumbawa dan Pulau Lombok.

Mendengar hal itu,  Putu Selly menyarankan agar diadakan kegiatan pasar murah bagi masyarakat umum walaupun tidak ada anggaran, karena dinas dapat bekerjasama dengan distributor dan ritel moderen, serta akan didukung Disdag provinsi NTB.

“Kami rencanakan pasar murah pada hari Kamis tanggal 24 Mei 2018,” ujarnya.

Selly menegaskan bahwa sidak itu bukan hanya ke KSB saja, melainkan juga langsung ke kabupaten Sumbawa.

Ibu Zahrah, seorang pedagang di Kabupaten Sumbawa saat berdialog dengan tim menyampaikan, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.000 per 900 ml, telur ayam ras Rp 10.000 per enam butir, beras premium Rp 11.000 per kilogram.

Sementara Ibu Ruqayah mengatakan menjual bawang merah Rp 30.000 per kilogram, cabai rawit merah  Rp 40.000, cabai merah kriting Rp 35.000 per kilogram, dan bawang putih Rp 22.000.

“Secara umum harga dan ketersediaan bapok (bahan poko, red) dalam posisi aman,” tuturnya.

Selly mengaku, di Kabupaten Sumbawa diperoleh hasil bahwa belum tersedia minyak goreng kemasan sesuai HET. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat