in ,

Hilal Belum Tampak di Mataram, Awal Puasa Dipastikan Kamis

Pemantauan Hilal di Menara Islamic Center Mataram

kicknews.today – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB melakukan pengamatan hilal (rukyatul hilal) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di menara masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Selasa sore (15/5). Hasilnya, awal puasa atau 1 Ramadhan 1439H/2018M dipastikan jatuh pada hari Kamis (17/5).

Kepala Sub Bidang Layanan Informasi Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG pusat, Himawan Widianto di lokasi rukyatul hilal mengatakan, pihaknya bekerja sejak pukul 16.00 Wita hingga 18.10 Wita.

“Cuaca tadi berawan tebal, lalu hujan besar, kemudian rintik-rintik, terus sempat terang dan awan tebal lagi. Jadi hilal tdk terlihat,” terangnya usai melakukan rukyatul hilal sekitar waktu magrib.

Dijelaskan, ketinggian bulan tanggal 29 Sya’ban yaitu negatif 0 derajat 13 menit di bawah UFO.

“Kalau besok, sudah positif ketinggian bulan 11-12 derajat. InsyaAllah hari Kamis sudah mulai puasa,” katanya.

Pantauan tim, bulan terlebih dahulu terbenam dibandingkan matahari.Itu artinya negatif, karena jika positif maka posisi terbenam matahari akan terjadi lebih dulu dibandingkan bulan. Hasil pemantauan hilal, artinya sama dengan keputusan Muhammadiyah yang telah mengumumkan awal puasa pada hari Kamis.

“Muhammadiyah itu berdasarkan hisab. Jadi penentuan awal bulan ada dua cara, rukyatul hilal dan hisab. Ruyatul hilal harus lihat bulan, kalau hisab berapa ketinggian bulan yang dihitung. sekarang masih negatif, besok hari sudah positif,” tandas Himawan.

Senada disampaikan tim hisab dan rukyat Kakanwil Kemenag NTB, Ida Suriyati. Dia mengatakan hilal tidak berhasil terlihat. Artinya hilal masih berada dibawah ufuk dengan titik -0 derajat. Hilal yang tidak terlihat itu disbebakan adanya awan tebal dan juga gerimis dikawasan NTB.

Ida menjelaskan hasil pengamatan di NTB kemudian langsung disampaikan kepada Kementrian Agama RI di Jakarata. Dari laporan tim hisab dan rukyat disemua daerah akan menjadi referensi keputusan Kementerian Agama di Jakarta tentang hari dan tanggal 1 ramadhan melalui sidang isbat yang digelar malam ini (tadi malam,red).

“Kalau hasil pengamatan kita besok pagi (hari ini,red) belum masuk tanggal satu bulan ramadhan,” tutupnya. (prm)

Tinggalkan Balasan