Presiden Jokowi Minta DPR Selesaikan Revisi UU Terorisme, kalau tidak…

kicknews.today –  Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa teror bom di Surabaya merupakan tindakan pengecut yang harus dilawan dan dibasmi sampai ke akar-akarnya. Kepala Negara juga meminta kepada DPR RI dan kementerian terkait, agar segera menyelesaikan revisi Undang-Undang Tindak Pidana Terorisme.

“Tindakan ini adalah tindakan pengecut, tindakan yang tidak bermartabat, tindakan yang biadab. Dan perlu saya tegaskan lagi, kita akan lawan terorisme, dan kita akan basmi terorisme sampai ke akar-akarnya,” kata Presiden Jokowi seperti rilis Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden yang diterima kicknews.today, Senin (14/5) pukul 12.54 Wita.

Pernyataan kepala negara itu menanggapi aksi teror bom di tiga lokasi di Surabaya, Minggu (13/5) kemarin, dan tadi malam satu kejadian lagi di Sidoarjo serta pagi tadi terjadi lagi bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya.

“Saya perintahkan kepada Kapolri untuk tegas, tidak ada kompromi, dalam melakukan tindakan-tindakan di lapangan untuk menghentikan aksi-aksi teroris ini,” tandas Kepala Negara.

Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta kepada DPR dan kementerian-kementerian terkait, berhubungan dengan revisi UU Tindak Pidana Terorisme yang telah diajukan pada bulan Februari 2016 yang lalu, untuk segera diselesaikan secepatnya, yakni dalam masa sidang pada 18 Mei yang akan datang.

“Ini merupakan sebuah payung hukum yang penting bagi aparat, bagi Polri untuk bisa menindak tegas terorisme, dalam pencegahan maupun dalam penindakan,” kata Presiden.

“Kalau nantinya di bulan Juni 2018, di akhir masa sidang, belum segera diselesaikan, saya akan keluarkan Perppu,” ancam Jokowi. (djr)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat