in

Pelanggaran Lalu Lintas di Sumbawa Barat Didominasi Usia Produktif

Operasi Patuh Gatarin 2018 yang digelar Polres Sumbawa Barat beberapa waktu lalu

kicknews.today – Jumlah pelanggaran selama Operasi Patuh Gatarin 2018 di wilayah hukum Polres Sumbawa Barat yang dilaksanakan mulai 25 April hingga 9 Mei 2018, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan jumlah pelanggaran pada Operasi Patuh Gatarin 2017 lalu. Pelanggaran didominasi oleh pengendara usia produktif.

“Jumlah pelanggaran selama Operasi Patuh 2018 ini sebanyak 1.266 pelanggaran. Sedangkan pelanggaran Operasi Patuh 2017 itu sebanyak 1.110  pelanggaran tilang. Artinya, ada peningkatan pelanggaran sebanyak 14 persen,” ujar Kapolres Sumbawa Barat , AKBP Mustofa melalui Kasatlantas, Iptu Tira Kalista dalam rilis yang diterima kicknews.today, Senin (14/5).

Dijelaskan, jenis pelanggaran yang terjadi dalam Operasi Patuh Gatarin 2018 beberapa waktu lalu terdiri dari tilang sebanyak 1.266 dan teguran, 290 teguran.

Sedangkan jumlah kasus lakalantas yang meninggal dunia (MD) tiga orang, Luka Ringan (LR) tujug orang dan luka berat (LB) nihil.

“Pelanggaran di dominasi oleh kendaraan roda dua,” ujarnya.

Dikatakannya, pelanggaran yang dilakukan oleh kendaraan roda dua kebanyakan pengendara tidak dilengkapi Surat Izin Mengemudi (SIM), tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan tidak memakai helm.

Sementara, pelanggaran masih didominasi oleh pelanggar usia produktif, yakni umur 16 sampai 40 tahun. Namun banyak juga anak di bawah umur yang kedapatan mengendarai sepeda motor dan diberikan penindakan tegas.

“Operasi Patuh Gatarin ini sudah selesai, razia akan terus kita lakukan untuk menekan angka lakalantas di wilayah hukum Polres Sumbawa Barat,” ujarnya.

“Ke depan kita berharap masyarakat itu bisa tertib dalam berlalulintas, lebih-lebih dalam waktu dekat ini kita akan melaksanakan ibadah puasa dan arus mudik lebaran 2018,” pungkasnya. (awi)

Tinggalkan Balasan