in

Catat! Ini Aturan untuk Wisatawan di Gili Trawangan selama Ramadhan

Wisatawan saat bersepeda di perkampungan di Gili Trawangan

kicknews.today – Selama bulan Ramadhan 1439 Hijriyah yang tinggal beberapa hari lagi, wisatawan yang ada di tiga gili khususnya di Gili Trawangan tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasanya. Pasalnya Pemkab Lombok Utara telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang salah satu isinya berimplikasi untuk menghargai masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Kepala Desa Gili Indah H. Taufik belum lama ini mengungkapkan, wisatawan selama Ramadhan dilarang berjalan memasuki kampung hanya dengan menggunakan bikini.

Selain itu, restoran tetap diberikan kesempatan buka di siang hari dengan catatan tamu dilarang membawa dan makan di luar area restoran.

“Wisatawan yang datang berlibur ke tiga gili tidak diperkenankan berjalan-jalan melewati kampung dengan menggunakan busana minim atau bikini. Ya tetap buka (restoran), yang penting jangan melakukan aktivitas makan dan minum di tempat umum,” ungkapnya.

Khusus party, seluruh bar telah ditekankan untuk tidak mengagendakan kegiatan tersebut. Pasalnya, dalam edaran Bupati disebutkan, jam operasional tempat hiburan karaoke, pub, dan sejenisnya hanya boleh buka hingga pukul 23.00 Wita. Lebih dari itu mereka akan dilarang dan diberikan teguran.

“Iya tidak boleh melebihi batas waktu yang sudah ditentukan,” tegas Taufik.

Dalam surat edaran yang diterbitkan tanggal 8 Mei lalu tak hanya mengatur wisatawan tetapi juga masyarakat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lombok Utara Achmad Dharma mengungkapkan, terdapat sembilan poin yang harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat, diantaranya menjaga kesatuan dan persatuan serta kerukunan umat beragama, berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan yang kondusif, dan mengantisipasi gangguan kamtibmas dengan mengaktifkan siskamling.

Selanjutnya, diatur pula terkait penggunaan pengeras suara saat tadarrus al-Quran di masjid dan musolla yakni sampai pukul 00.00 Wita.

Disamping itu dilarang memperjualbelikan dan membunyikan petasan atau mercon maupun kembang api, dilarang melakukan aktivitas balap liar. Terkahir, melarang pemilik kos-kosan memperbolehkan lokasinya dijadikan tempat tindak asusila.

“Surat edaran ini dibuat untuk mewujudkan ketenteraman dan ketertiban umum, serta toleransi antar umat beragama selama bulan suci Ramadhan. Kami juga mengimbau bagi umat non-muslim untuk menjaga toleransi dengan tidak makan dan minum di tempat umum atau ruang terbuka,” jelasnya.

“Kita juga akan membuat pos pengamanan di lapangan Tioq Tata Tunaq untuk tingkat kabupaten. Di masing-masing kantor camat juga ada pos,” imbuhnya. (iko)