Kunker Bupati Lombok Utara ke Luar Negeri dalam Polemik

Dewan Diminta Introspeksi, Ardianto Nyerang Balik

kicknews.today – Kalangan Dewan Lombok Utara khususnya Komisi I diminta supaya introspeksi diri, terkait sejumlah kritikan mengarah kepada Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar, yang dilontarkan Ketua Komisi I DPRD Lombok Utara Ardianto belum lama ini. Hal itu disampaikan Plt. Kabag Humas Setda Lombok Utara Mujadid Muhas, Jumat (11/5).

“Kunker ke Turki sebagai delegasi persahabatan APKASI dengan lembaga-lembaga keuangan di Turki. Segmentasi hasilnya di level nasional,” kata Mujadid.

Selanjutnya Mujadid mengatakan, bantuan damkar dan ambulance dari Pemerintah Jepang sudah ada kepastian dan sedang menunggu fasilitasi final dari Kemendagri.

Terkait kunjungan kerja Bupati ke New Zealand, pemkab mendapat kunjungan balasan dari pihak New Zealand belum lama ini. Bahkan tim ahli pertanian Massey University turut serta mendampingi dan melaksanakan supervisi terhadap penerapan tanaman hortikultura di Kecamatan Kayangan.

“Sedangkan kunker ke Johanesburg (Afrika Selatan) dibiayai APKASI, hasilnya model kerjasama pusat dengan daerah untuk pembiayaan dan sistem pinjaman ke pusat. Kini telah dapat dirasakan manfaatnya oleh daerah-daerah melalui penyempurnaan sistem di PT. SMI,” papar Mujadid.

Dijelaskannya bahwa kapasitas pimpinan daerah dalam hal ini Bupati Lombok Utara, kerap diundang kunker ke luar negeri adalah exofficio selaku Ketua APKASI regional NTB, Bali, dan NTT, serta posisinya sebagai Dewan Pembina APKASI Pusat.

Untuk itu Mujadid mengajak dewan khususnya Komisi I untuk introspeksi terhadap beberapa kunker wakil rakyat selama ini, sehingga tidak dominan memunculkan sikap serba kritik sepihak.

“Ketika kritik itu sifatnya objektif justru bagus untuk memajukan kinerja eksekutif. Tapi kalau semua kritik itu dilontarkan terus-menerus, kita bertanya juga, kapan eksekutif diberikan kesempatan untuk menjalankan kegiatan, programnya, katanya harus diseleseikan dan disesuaikan dengan visi-misi. Padahal sekarang sedang dilakukan,” ungkapnya.

Dia juga membeberkan bahwa beberapa prestasi dan penghargaan yang diterima KLU, dimana menurutnya suatu hil yang mustahal didapatkan tanpa usaha.

“Kan eksekutif ini terus bergerak menggeliat. Bergerak ke semua lini yang kemudian direspon oleh penghargaan, dan pengharagaan itu bukan datang dengan sendirinya, ini kompetisi dengan banyak daerah,” imbuhnya.

Terpisah, menanggapi Plt. Kabag Humas, Ketua Komisi I DPRD Lombok Utara Ardianto menanggapi santai dan kalem. Justru menurutnya, pemerintah tidak perlu panik dan kaget kemudian klarifikasi bertubi-tubi mendapat kritik.

“Silakan saja, semoga hasil-hasil yang disampaikan Sekda maupun Humas dapat menjawab semua persoalan kebutuhan rakyat Lombok Utara,” kata Ardianto.

Ardianto pun menggarisbawahi statemen Kabag Humas terkait kunker yang dilakukan oleh pimpinan maupun anggota dewan Lombok Utara.

“Perlu di pahami oleh Humas, bahwa kunjungan kerja legislatif selalu ada kaitan dengan materi yang dibahas, dan itu tidak antar negara, tapi langsung dimana sumber pembuat kebijakan maupun undang-undang,” ucapnya santai.

Lebih jauh, politisi Hanura ini menyarankan supaya pemda khususnya bagian Humas dapat memberikan respon serta penjelasan ke publik, mengenai beberapa kebijakan yang dianggapnya saat ini carut-marut.

Dia mencontohkan tentang visi-misi, serapan anggaran, angka kemiskinan, Perbup PTSL, 10.000 wirausahawan baru, dan lain-lain.

“Lebih baik berikan penjelaskan kepada masyarakat soal progress visi-misi, meskipun tidak pantas kalau pejabat eselon III seperti Kabag Humas minta dewan introspeksi. Tapi bagi saya, hal itu biasa saja di lingkup Pemda KLU. Mestinya dia masih perlu keluar negeri belajar etika ketatanegaraan,” pungkasnya. (iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat