Simpang Siur Asal Muasal Persenjataan Napi Teroris di Mako Brimob

kicknews.today – Wakapolri Komjen Pol Syafruddin mengatakan, para narapidana dan tahanan teroris yang melakukan penyanderaan menggunakan persenjataan yang didapatkan di lokasi, Komplek Markas Komando Brimob. Hal itu diungkapkan, Kamis (10/5), saat jumpa pers di Markas Direktorat Polisi Satwa Baharkam Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

“Penyandera memiliki senjata yang dirampas dari anggota Polri yang terbunuh,” kata Wakapolri.

Diungkapkan, senjata rampasan itu termasuk senjata laras panjang berdaya jangkau 500 meter sampai 800 meter. Artinya peluru bisa sampai ke jalan depan Mako Brimob, seperti dirilis beberapa media.

Selain itu, para napi teroris juga melakukan perakitan bom. Dimana bom rakitan mereka telah berhasil diledakkan pihak kepolisian pada pukul 07.20 WIB, dan getarannya dapat dirasakan sampai di luar Mako Brimob.

“Mereka melakukan kegiatan perakitan bom. Itu peledakan bom yang berhasil (diamankan),” ujarnya.

Berbeda dengan Wakapolri, Komandan Korps (Dankor) Brimob Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan, bom itu merupakan bom barang sitaan polisi yang belum sempat disimpan di gudang. Dirinya tidak mengetahui bagaimana dan dimana bom-bom itu hingga akhirnya dapat dirampas.

“Bom-bom itu didapat adalah barang bukti yang kemarin-kemarin disita, itu belum sempat digudangkan oleh penyidik Densus di ruang pemeriksaan. Itu yang mereka ambil lagi, itu yang mereka rebut lagi. Itulah yang dijadikan bahan bom buat ranjau nanti di sini dan sudah diledakkan semua,” ungkap Rudy.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menjelaskan bahwa teroris mendapatkan senjata dengan cara merampas, yakni sejumlah 36 pucuk.

“Mereka merampas 36 pucuk senjata. Senjata hasil sitaan dari aparat kepolisian lawan terorisme sebelumnya,” kata Wiranto.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada kejelasan dimana 36 senjata itu disimpan dan bagaimana para napi teroris itu mendapat akses ke lokasi penyimpanan. (djr)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat