PLN NTB belum Jamin tidak ada Pemadaman saat Ramadhan

kicknews.today – Yayasan Perlindungan Konsumen (YPK) Nusa Tenggara Barat khawatir akan terjadi pemadaman listrik, saat umat muslim menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1439 Hijriah karena Perusahaan Listrik Negara melakukan pemeliharaan jaringan. Hal itu karena belum adanya jaminan dari PLN NTB.

“Tentu ada kekhawatiran, karena PLN sering melakukan pemadaman listrik pada siang hari selama 6-8 jam dengan alasan pemeliharaan jaringan. Bahkan, pemadaman juga terjadi pada malam hari,” kata Ketua YPK NTB H. Muhammad Saleh, SH., MH., Kamis (10/5).

Ia mengungkapkan kekhawatiran itu disebabkan hingga saat ini belum ada jaminan dari PLN, bahwa tidak akan melakukan pemadaman listrik pada siang dan malam hari pada bulan Ramadhan dengan alasan pemeliharaan jaringan.

Untuk itu, pihaknya akan mendesak PLN Wilayah NTB untuk berani membuat pernyataan di depan gubernur, bahwa selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1439 Hijriah tidak akan ada pemadaman listrik, kecuali karena faktor gangguan alam.

“Saya akan minta ketegasan PLN dengan membuat pernyataan di depan gubernur, karena gubernur paling tidak, didengar sama PLN,” ujar dosen Fakultas Hukum Universitas Mataram ini.

Menurut dia, pemadaman listrik yang sering terjadi di seluruh wilayah Pulau Lombok, pada siang hari selama 6-8 jam tentu memberikan dampak luas bagi masyarakat. Pasalnya, tindakan tersebut dilakukan pada jam-jam produktif dan terjadi hampir setiap hari.

Selain mengganggu aktivitas perkantoran dan dunia usaha, menurut Saleh, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) adalah pelanggan yang paling terdampak. Sebab mereka mengandalkan pasokan listrik dari PLN untuk menjalankan aktivitas usahanya.

“Saya belum pernah mendengar ada pemadaman listrik dengan alasan pemeliharaan jaringan di Pulau Jawa. Kenapa di NTB ada pemadaman, padahal NTB kelebihan produksi listrik. Itu menjadi tanda tanya, jangan-jangan jaringannya tidak berkualitas,” ucapnya.

Terpisah, Humas PLN Wilayah NTB Mohammad Kukuh Amukti mengatakan, pemeliharaan jaringan dilakukan apabila dibutuhkan dan akan dilaksanakan pada siang hari dengan harapan listrik lebih andal pada saat berbuka puasa dan ibadah malam Ramadhan.

“Kami mohon dukungan semua pihak sehingga selama Ramadhan tidak dibutuhkan pemeliharaan, karena sudah kami upayakan pemeliharaannya seminggu menjelang Ramadhan,” katanya.

Dikatakan, saat ini sistem kelistrikan di Pulau Lombok memiliki daya mampu mencapai 274 mega watt (MW) dengan beban puncak sebesar 227 MW. Sedangkan sistem kelistrikan Sumbawa memiliki daya mampu mencapai 54 MW dengan beban puncak sebesar 42 MW.

Sementara untuk sistem kelistrikan Bima memiliki daya mampu mencapai 50 MW dengan beban puncak sebesar 45 MW. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat