in

Ini Respon Sekda KLU Tanggapi Kritik Dewan Soal Kunker Bupati ke Luar Negeri

Ketua Komisi I DPRD KLU Ardianto (kiri) dan Sekda KLU H. Suardi (kanan) saling sambut terkait kunker Bupati H. Najmul Akhyar ke luar negeri

kicknews.today – Sekretaris Daerah Lombok Utara H. Suardi menanggapi kritikan wakil rakyat “Gumi Tioq Tata Tunaq” yang dialamatkan kepada kepala daerah, terkait kunjungan kerja (kunker) Bupati H. Najmul Akhyar ke luar negeri yang dinilai nyaris tanpa hasil.

Menurut Sekda Lombok Utara, mayoritas kunker itu diinisiasi pihak pengundang atau lembaga yang menilai adanya potensi daerah, untuk dikembangkan melalui kerjasama program dan lain sebagainya.

Statemen H. Suardi yang dalam jabatannya lebih banyak tahu visi dan misi kepala daerah itu, disampaikan melalui rilis yang diterbitkan Bagian Humas dan Protokol Setda Lombok Utara, Rabu (9/5).

“Dalam hal kunjungan sebagaimana yang dipertanyakan oleh Komisi I DPRD KLU, dapat kami jelaskan bahwa kunjungan pimpinan daerah ke luar negeri memberikan dampak yang baik dan tindak lanjut yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Suardi dalam rilis tersebut.

Dicontohkan, hasil kunjungan Bupati Lombok Utara bersama 11 daerah lainnya di Indonesia ke Jepang, dimana dalam kunker itu KLU mendapat bantuan berupa kendaraan ambulans dan kendaraan operasional pemadam kebakaran, yang saat ini telah ada di Surabaya.

“Lainnya, kunjungan pimpinan daerah ke New Zealand untuk pengembangan tanaman hortikultura. Kerjasama ini telah berlangsung sejak tahun 2015. Bahkan sejumlah 500 orang lebih petani yang telah mendapat pelatihan sekaligus penerapan tanaman sayur-mayur hortikultura,” lanjut Suardi.

Dalam rilis itu, Sekda Lombok Utara bahkan seakan menantang anggota dewan untuk datang ke lokasi yang dijadikan area budidaya tanaman kortikultura.

“Bila dianggap perlu, dewan bisa datang ke lokasi areal hortikultura di Kayangan. Masyarakat merasa taraf ekonominya meningkat dengan adanya binaan dari manajemen Cambridge University New Zealand itu.  Dari kunjungan tersebut, kerap diperkuat dengan MoU sebagai panduan tindak lanjut program kerjasama,” tutup Suardi dalam rilisnya.

Terpisah, mengenai respon Sekda tersebut, Ketua Komisi I DPRD Lombok Utara Ardianto memahami maksud Suardi. Namun secara riil pemkab disebutnya belum dapat memberi bukti antara korelasi kunker ke luar negeri dengan capaian target visi-misi yang tengah berjalan.

“Kalau memang ada, mari kita lihat target di 2017, di bidang pendidikan misalnya atau kesehatan, infrastruktur, pertanian. Apa yang bisa kita tonjolkan? Saya rasa fokus saja membelanjakan uang di dalam daerah, itu akan kelihatan hasilnya. Sebab masyarakat tidak bisa diajak beretorika,” tukas politisi Hanura itu.

Dijelaskannya, kritikan pedas yang ia lontarkan sejatinya adalah bagian dari fungsi control dan bentuk pengawasan kepada pemerintah secara kelembagaan dalam Komisi I DPRD.

Itu dilakukan karena pihaknya tidak ingin pemerintah justru mengabaikan apa yang sudah menjadi pondasi dari visi-misi yang telah dijanjikan kepada masyarakat.

“Ini tentu kontrol, bentuk pengawasan kita, saking kita ingin visi-misi itu tercapai. Sampai saat ini (kunker ke luar negeri, red) tidak berpengaruh, tak memberikan dampak. Mungkin jangka panjang iya, tetapi jangka pendek untuk lima tahun ini apa bisa tercapai?,” pungkasnya. (iko)