in

Nama Kasatresnarkoba Polres Lombok Tengah Dicatut buat Nipu

Ilustrasi penipuan

kicknews.today – Sejumlah keluarga pelaku kasus narkoba di wilayah hukum Polres Lombok Tengah menjadi korban penipuan orang yang tidak bertanggungjawab. Pasalnya, mereka ditelepon orang tidak dikenal yang mengaku Kasatresnarkoba Polres Lombok Tengah. Dalam pembicaraan telepon para keluarga korban disuruh mentransfer uang ke rekening agar pelaku kasus narkoba yang ditangani Polres Lombok Tengah bisa dibebaskan.

Kasatresnarkoba Polres Lombok Tengah AKP Muhaemin yang dikonfirmasi terkait pencatutan nama tersebut mengatakan, salama pertengahan tahun 2018 pihaknya telah menangani kurang lebih 23 kasus narkoba.

Dikatakannya, informasinya hampir semua keluarga pelaku mengaku menerima telepon yang mengatasnamakan dirinya, dimana meminta keluarga pelaku untuk mentransfer sejumlah uang untuk memudahkan perkaranya atau pelaku bisa dibebaskan.

“Iya mas, ada yang mencatut nama saya, dan mereka meminta keluarga pelaku mengirim uang supaya kasusnya dibebaskan. Kasus penipuan ini masih kita lakukan penyelidikan,” ujar AKP Muhaemin, Rabu (9/5).

Dijelaskan, kejadian seperti ini sebenarnya sudah sering diantisipasi, mulai dari saat penangkapan pihaknya mengaku seringkali menyampaikan kepada pihak keluarga, untuk tidak mudah tertipu dengan segala bentuk yang berkedok memudahkan dalam urusan hukum. Namun tetap ada saja yang terlena oleh bujuk rayu sang penipu, padahal mereka baru ditelepon.

“Korbanya sudah ada, mereka ada yang mengirim Rp 5 juta sampai 10 juta,” ucapnya.

Dikatakan, motif pelaku penipuan cukup sederhana, yaitu dengan cara menelepon kemudian korban diminta untuk mentransfer sejumlah uang, maka kasus hukum keluarga atau kerabatnya yang sedang ditangani akan selesai.

Kasatresnarkoba menjelaskan, tentu saja itu hanya modus pelaku penipuan yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan.

Dia menuturkan, belum lama ini memang sedang santer penipuan dengan berkedok hal semacam ini, terkadang mengatasnamakan Kapolres, Kapolda bahkan Kapolri sekalipun.

Untuk itu AKP Muhaemin mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mempercayai hal demikian, karena akan merugikan masyarakat sendiri. Jika mengalami hal seperti itu, masyarakat diminta untuk segera melapor agar aparat bisa melakukan penyelidikan dan menangkap siap yang menjadi pelakunya.

“Saya minta masyarakat untuk tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan saya, Kasatreskrim, Kapolres, Kapolda, Kapolri atau pejabat tinggi Polri lainnya, terlebih dengan meminta sejumlah uang untuk dimudahkan proses hukumnya,” pungkasnya. (ade)