in

Keluarga Korban Penganiayaan di Lombok Tengah Desak Polisi Tangkap Pelaku

Keluarga korban penganiayaan saat hearing di Polres Lombok Tengah

kicknews.today – Sejumlah warga Desa Bangket Parak Kecamatan Pujut Lombok Tengah, Senin (7/5) pukul 10.00 Wita, mendatangi Polres Lombok Tengah untuk mendesak polisi menangkap pelaku kasus dugaan penganiayaan di Dermaga Awang Desa Mertak, yang hingga saat ini belum ditahan.

“Kami dari keluarga berharap Polres Lombok Tengah, supaya segera menangkap pelaku penganiayaan tersebut,” ujar Fatahillah salah satu keluarga korban saat hearing dengan pihak Polres Lombok Tengah, Senin (7/5).

Dijelaskan, saudara Adi (33) warga Desa Bangket Parak itu babak balur dikeroyok sejumlah warga di pelabuhan Awang Desa Mertak Kecamatan Pujut, Jumat (20/4).

Menurutnya, Adi adalah korban dan secara otomatis pelaku itu pasti ada. Sehingga pihaknya berharap pihak kepolisian dapat menangkap pelaku dan meprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

“Kita ingin pelaku pengeroyokan itu bisa ditangkap,” tegasnya.

Labih jauh dia mengatakan, apabila persoalan ini tidak dapat diselesaikan pihak Kepolisian, kedepanya dikhawatirkan akan terjadi konflik sosial antara masyarakat dua desa itu.

“Kaauo ini tidak bisa diselesaikan, konflik berkepanjangan akan terjadi nantinya, karena ini sudah kasus yang ketiga kalinya warga yang di keroyok di wilayah tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Rafles P Girsang yang menerima kedatangan warga mengatakan, kasus penganiayaan terhadap korban Adi itu sudah digelar. Namun dalam penetapan tersangka harus ada alat bukti yang cukup.

“Keterangan saksi masih kurang, sehingga pelaku belum kita tangkap,” ujar Rafles.

Dalam kasus itu pihaknya sudah memeriksa enam orang saksi dari 12 nama yang berada di Dermaga Awang saat kejadian itu. Karena saksi yang lain belum bisa bisa diperiksa dengan alasan ada yang pergi melaut dan lainnya.

“Korban diduga dikeroyok oleh empat orang. Berikan kami waktu, setelah itu  gelar ulang. Apakah bisa ditetapkan tersangka atau tidak dari nama-nama pelaku yang sudah dikantongi tersebut,” pungkasnya. (ade)

Tinggalkan Balasan