Bupati Lombok Utara Sebut MNEK 2018 Positif bagi Pariwisata

kicknews.today – Kegiatan internasional 3rd Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) di Gili Trawangan Lombok Utara berlangsung meriah, Minggu (6/5). Dari penenggelaman kapal sampai pelepasan tukik menjadi sejumlah rangkaian acara. Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar mengaku bahwa kegiatan ini berdampak positif bagi pariwisata.

“Ini adalah dedikasi nyata bersama. Gili Trawangan salah satu destinasi wisata kita, keindahan alamnya harus terus dijaga. Dan hari ini kita mulai dengan melestarikan terumbu karang,” ungkap Najmul dalam sambutannya.

Menurutnya, acara yang dihelat dua tahun sekali ini manfaatnya sangat dirasakan masyarakat sejak pembukaannya di Pelabuhan Lembar Lombok Barat kemarin.

Pasalnya, gelaran yang dihelat dari tanggal 4 sampai 9 Mei ini tidak hanya memamerkan kekuatan angkatan laut, tetapi juga turut melakukan aksi sosial serta lingkungan. Salah satu contoh yaitu kegiatan bhakti sosial di Kecamatan Bayan yang juga berlangsung hari ini.

“Kemudian juga ada bhakti sosial di Bayan. Apa yang dilakukan sungguh dirasakan manfaatnya oleh warga. Kami berikan dukungan penuh dalam kegiatan ini,” terangnya.

Setidaknya ada 150 penyelam delegasi delapan negara yang ikut serta memeriahkan rangkaian kegiatan di Gili Trawangan. Dimana 54 orang merupakan personil Angkatan Laut (AL) asal luar negeri diantaranya dari Inggris, USA, Malaysia, Korea Selatan, Sri Langka, Perancis, China, hingga Russia, sementara sisanya adalah personil TNI-AL.

Sementara itu, Asisten Potensi Maritim (Aspotmar) TNI-AL Laksamana Muda TNI Edi Sucipto menjelaskan, MNEK kali ini diikuti 36 negara di dunia. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan kegiatan pertama yang diselenggarakan di NTT yakni 18 negara dan 32 negara pada MNEK kedua di Padang, Sumatera.

“Pesertanya semakin meningkat karena acara pertama di NTT hanya 18 negara. Ini menunjukkan negara lain melihat potensi angkatan laut kita,” jelasnya.

Edi membeberkan, ada tiga fungsi AL sebagai penopang keamanan poros maritim bangsa, diantaranya militeri, kedaulatan hukum, dan diplomasi.

Sementara MNEK di Lombok dianggapnya sebagai fungsi diplomasi untuk menjalin hubungan dengan negara-negara di dunia, terlebih visi yang diusung adalah “Cooperation to Respond Disaster and Humanitarian Issues” yang dilatari letak geofrafis Indonesia.

“Kerjasama untuk menanggapi bencana dan permasalahan kemanusiaan. Karena kami tidak bisa sendiri menanggulangi bencana, maka itu dibutuhkan kerjasama yang baik. Demikian juga dengan negara lain, misalnya ada bencana di sana kita siap membantu,” pungkasnya. (iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat