Wartawan yang Merasa Diintimidasi Polisi di Bima Tidak Pakai ‘ID Card’

kicknews.today – Peristiwa dugaan intimidasi oleh oknum polisi atas seorang wartawan kontributor MNC Bima, Edi Irawan saat melakukan peliputan unjuk rasa pada, Rabu, 2 Mei 2018 sekitar jam 13.30 WITA di depan kantor DPRD Kabupaten Bima berbuntut panjang dengan tuntutan hukum.

Tidak panjang lebar, Propam Polres Bima Kota yang menerima laporan atas dugaan intimidasi itu langsung melakukan pemeriksaan terhadap Bripda Indra Gunawan yang dilaporkan mengancam dan mengintimidasi wartawan tersebut.

“Langsung dilakukan pemeriksaan atas anggota Polri yang diduga melakukan intimidasi atas wartawan tersebut,” kata Kabid Humas Polda NTB, AKBP Komang Suartana saat dihubungi, Kamis (3/5).

Hasil pemeriksaan sementara, tidak ada kekerasan fisik yang dilakukan oleh anggota Polres Bima kota terhadap Edi Irawan. Tidak ada tindakan pemukulan ataupun pendorongan dan tindakan fisik lainnya.

“Yang dilakukan anggota hanya berteriak menanyakan identitas pekerjaan dan ID Card wartawan,” jelasnya.

Hal ini dikatakan dia masih merupakan hasil pemeriksaan sementara. Pemeriksaan-pun akan dikembangkan lagi dengan memeriksa saksi saksi lainnya berdasarkan keterangan pengadu.

Sebelumnya diberitakan, saat itu Edi tengah meliput aksi ujuk rasa mahasiswa memperingati Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional di Depan Kantor DPRD Kabupaten Bima. Aksi itu berujung bentrok antara mahasiswa dan petugas kepolisian.Edi mengabadikan setiap momen termasuk termasuk saat sejumlah polisi dari Polres Bima Kota mengejar Mahasiswa.

Berdasarkan penuturan Edi, sejumlah polisi yang tadinya bentrok dengan mahasiswa melihatnya mengambil gambar kemudian berbalik memburu dan mengintimidasinya. (red.)

 

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat