in

Warga Gili Komplain Jalan Dipindah Pemprov NTB, Wabup Sarif Meradang

Wabup Sarifudin (pakai topi) saat penertiban di Gili Air dan melihat langsung jalan yang dipindah Pemprov NTB (Foto: Humas KLU)

kicknews.today – Pemindahan ruas jalan di Gili Air Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang yang dilakukan Pemprov NTB menuai komplain dari warga. Pemerintah Kabupaten Lombok Utara pun meradang dan menuding pemindahan itu tanpa koordinasi dengan pemkab setempat.

Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin, SH. mengatakan, Pihaknya dalam waktu dekat akan segera meminta kejelasan dari Pemprov NTB alasan memindah jalur tersebut.

Menurutnya, dengan dipindahnya ruas jalan yang dibangun sejak lama justru menjadi tak sesuai dengan jalan yang ada sekarang.

“Ini kita temukan waktu penertiban di Gili Air. Terdapat jalan yang dipindah ke sempadan pantai yang informasinya dipindahkan pemprov. Itu yang akan kita minta kejelasannya,” tegas Wabup Sarifudin, Rabu (2/5).

Dikatakan, jalan yang dipindah pemprov berlokasi dekat pantai. Selain menutupi jalan utama,  jalan baru itu sangat dekat dengan salah satu hotel di sana.

Berdasarkan informasi, lanjut Sarifudin, salah satu hotel itu diketahui menyewa lahan milik pemprov, sehingga berani memanfaatkan atau mengubah pola jalan umum.

“Inilah yang dikomplain masyarakat. Sehingga masyarakat merasa apa yang dilakukan pemprov ini tidak adil. Kami hanya berpikir jalan ini, jangan jalan yang sudah ada dialihkan,” jelasnya.

Sebelumnya, Wabup Sarifudin juga mengeluhkan lemahnya Pemprov NTB dalam membantu daerah mengatasi persoalan di Gili Matra (Meno, Air, dan Trawangan). Alih-alih ikut ambil bagian dalam menertibkan bangunan, mereka justru terkesan acuh.

“Semua berjalan lancar walaupun tidak ada kontribusi nyata dari pemprov selaku pemilik kawasan strategis,” tandasnya.

Sementara itu, Kabag Administrasi Pengendalian Pembangunan Setda Lombok Utara Lalu Majemuk menerangkan, untuk persoalan jalan yang dibangun pemprov, pihaknya sudah bersurat untuk meminta kejelasan selanjutnya pemkab akan melakukan pertemuan untuk mencari solusi.

“Nanti masyarakat juga akan kita libatkan dalam pertemuan, biar semua jelas dan clear,” ujarnya. (iko)

Tinggalkan Balasan