in ,

Tragis… Anak SMP di Lombok Utara Tewas saat Konvoi Coret-coretan

Suasana pasca kecelakaan konvoi coret-coretan di Lombok Utara

kicknews.today – Nasib nahas dialami Soni Rosandia (15) siswa SMPN 1 Gangga asal Dusun Lekok Desa Gondang Lombok Utara. Nyawanya melayang saat ikut-ikutan merayakan kelulusan SMA pada Kamis (3/5).

Kecelakaan di Jalan Dusun Tembobor Desa Sigar Penjalin Tanjung, sekitar pukul 11.30 Wita menjadi penyebab tewasnya pelajar tersebut. Bahkan, akibat kecelakaan ini sekitar 15 orang lainnya mengalami luka-luka.

Kasat Lantas Polres Lombok Utara Iptu Agus Pujianto, mengungkapkan kronologis kejadian berawal saat sejumlah pelajar yang tengah melakukan konvoi “coret-coretan” dari arah barat ke timur berada dijalur tengah jalan. Kemudian dari arah sebaliknya mobil pikap (membawa penumpang) ber-nopol BH 9588 AR melaju dan sempat oleng ke arah kanan.

“Mobil sempat membentur dua sepeda motor merek Suzuki Nex bernopol DR 2689 HQ yang dikendarai saudara Fahril Husaini dan Ajib Gunadi. Selanjutnya sepeda motor merek Vario bernopol DR 4179 HG dikendarai Soni (korban) dan Nizar Hakiki,” ungkapnya.

Mobil pikap sempat membentur tiang beton dipinggir jalan sebelum masuk ke semak-semak. Seluruh penumpang yang ada di atas mobil, pun demikian dengan tiga orang lain pengendara sepeda motor langsung dilarikan ke RSUD Tanjung. Namun sayangnya, Soni tak bisa selamat. Korban mengalami luka pada bagian kepala serta dari hidungnya juga mengeluarkan darah seketika meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Tindakan kami mengecek lokasi dan mengamankan barang bukti di TKP. Kita juga telah koordinasi dengan pihak keluarga dan melihat kondisi seluruh korban di RSUD Tanjung,” jelasnya.

Sementara itu, sopir pikap yang terlibat dalam kecelakaan ini, Sahdi (43) saat ditemui di RSUD Tanjung menjelaskan bahwa dirinya sedang dalam perjalanan menuju Janapria Lombok Tengah. Sahdi membawa 11 orang dalam mobil yang dikendarainya ditambah muatan berupa hasil perkebunan untuk keperluan acara 9 hari keluarganya.

“Tadi berangkat dari Janapria setelah selesai sholat subuh ke Dangiang (Kecamatan Kayangan). Pas siang hari langsung balik ke Janapria, setiba di TKP terjadi peristiwa kecelakaan. Saya menghindari anak-anak (konvoi) yang lulus sekolah, banting kiri, tetapi terguling,” akunya menjelaskan.

Seluruh penumpang yang ada dalam pikap mengalami luka-luka. Di antaranya, Siti Aisyah (4) dan Sahdan (56) diduga patah tulang. Sementara  Inaq Yu (40), Sulhan (15), Fadli (13), Rahman (14), Arya Gunawan (13), Yusril (17), Saharudin (16), Habib (9), Suparjo (45) luka ringan. (iko)