Mori Bicara Cara Menduniakan Kopi Tambora dan Jiwa Pulau Sumbawa

"Setiap yang punya rasa pasti punya jiwa, maka kopi Tambora mewakili rasa dan jiwa pulau Sumbawa" Mori Hanafi

kicknews.today – Duduk bersama warga di sebuah perkebunan kopi Tambora di Desa Tambora, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu dan berdialog dengan para pengusaha mandiri kopi yang tergabung dalam kelompok King Coffee seraya menikmati secangkir kopi jenis robusta membuat calon Wakil Gubernur NTB nomor urut 2 yang berpasangan dengan TGH Ahyar Abduh lebih menyadari akan kekayaan alam di daerah yang akan dipimpinnya.

“Saat di lereng Tambora beberapa waktu yang lalu saya merasa lebih memahami apa yang harus saya lakukan untuk meningkatkan kemajuan di Nusa Tenggara Barat,” ujarnya saat dihubungi kicknews.today, Rabu (2/5)

Dikatakan dia, di daerah itu sejarah mencatat sejak zaman kolonial Belanda orang-orang dari berbagai belahan dunia sudah memburu kopi Tambora. Perkebunan Kopi Tambora yang terletak di lembah bagian Utara Gunung Tambora pada ketinggian tempat 700 meter dari permukaan laut dikenal punya cita rasa yang khas dan sangat digandrungi.

“Bayangkan, betapa kayanya Nusa Tenggara Barat. Saya katakan sebenarnya tidak ada alasan bagi kita untuk terbelakang dalam bidang ekonomi,” ujar legislator lulusan Universitas Australia itu.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dengan sedikit sentuhan kreatifitas maka semua persoalan produksi dan pemasaran bisa lebih mudah.

“Tetapi semua itu harus berbasis ekonomi kerakyatan. Melibatkan masyarakat secara luas untuk ikut berpartisipasi dalam perkembangan perekonomian di NTB,” katanya.

Cita-cita Mori Hanafi setelah berkunjung ke Tambora yaitu ingin lebih menduniakan Kopi Tambora dengan melibatkan masyarakat.

” Di sana sudah ada kelompok usaha kopi yang dimulai sejak tahun 2014. Merk dagangnya Ompu Coffee, yang dalam Bahasa Indonesia memiliki arti “Kakek-nya Kopi,” cerita Mori.

Maka dari itu dia berjanji untuk membantu pengembangan produksi pemasaran kopi Tambora. Dengan berkembangnya pemasaran itu juga dikatakan dia akan membawa jiwa pulau Sumbawa keluar lebih mendunia.

“Setiap yang punya rasa pasti punya jiwa, maka kopi Tambora mewakili rasa dan jiwa pulau Sumbawa,” cetusnya berfilosofi. (red.)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat