in

Ini Jumlah Kekayaan dan Hutang Cagub-Cawagub NTB 2018

Para calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur NTB periode 2018-2023 saat membacakan LHKPN

kicknews.today – Para calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur NTB periode 2018-2023 telah menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Dari delapan kandidat cagub dan cawagub itu, hanya dua yang masih menyisakan hutang yakni H. Muh. Amin dan Dr. Zulkieflimansyah.

Berdasarkan data LHKPN pada Januari 2018 dari KPK, sisa hutang H. Muh. Amin sebesar Rp 124 juta dari total kekayaan sebesar Rp 1.649.977.776. Sedangkan sisa hutang Dr. Zul sebesar Rp 13 juta lebih dari total kekayaan Rp 5.484.997.061.

Terkait hal itu, cawabug H. Muh. Amin yang berpasangan dengan HM. Suhaili FT saat dikonfirmasi mengatakan, yang namanya manusia tidak bisa lepas dari hutang.

“Itu hutang kepada negara. Tapi alhamdulillah pelan-pelan kita lunasi, malah sudah lunas saat ini. Itu kan data laporan Januari 2018,” ungkapnya saat acara Pilkada Berintegritas dalam rangka upaya KPK cegah korupsi kepala daerah, di Mataram, Kamis (3/5).

Sementara itu, Dr Zul menegaskan bahwa hutang tersebut merupakan data yang diambil dari laporan saat menjabat di DPR RI.

“Saya juga tidak tahu, kok hutang saya sedikit,” katanya.

Dia mengaku, kalau melihat hutang sebenarnya justru lebih besar dari data yang dimunculkan di LHKPN.

“Nanti dah kita rubah data itu dan lunasi biar tidak punya hutang,” tandasnya.

Terkait harta kekayaan calon lain yang ikut dalam kontestasi Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018, sesuai laporan LHKPN calon gubernur atas nama H. Moh. Suhaili FT memiliki total harta kekayaan Rp 2.773.626.071, TGH. Ahyar Abduh Rp 2.588.762.295, dan calon wakil gubernur H. Mori Hanafi, SE. M.Comm. mempunyai kekayaan sebesar Rp 3.831.000.000.

Selanjutnya, calon wakil gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah memiliki harta kekayaan sebesar Rp 25.753.920.679, calon gubernur H. Moch. Ali Bin Dachlan Rp 14.104.031.817, dan calon wakil gubernur TGH. L. Gede Sakti Amir Murni merupakan kandidat terkaya dengan kekayaan sebesar Rp 93.382.911.928.

Terkait acara Pilkada Berintegritas, Direktur Litbang KPK RI  Wawan Wardiana mengatakan, kegiatan tersebut sebagai langkah pencegahan sebelum para calon menjadi kepala daerah.

“Jangan sampai setelah jadi kepala daerah kemudian melakukan korupsi. Ini langkah pencegahan dini,” ungkapnya.

Dia mengaku, kegiatan ini bukan seremoni semata, tapi ke depan akan ditindaklanjuti dengan pengawasan. Karena kewajiban penyelenggara negara melaporkan kekayaan dalam LHKPN.

“Kita bekali para pasangan calon kepala daerah yang akan bertarung dalam pilkada NTB 2018,” tutupnya. (prm)