Mendidik Berarti Menginspirasi

Oleh: Nurhidayati Arifah, S.Pd.*

 

kicknews.today – Seringkali kita disudutkan pada pandangan bahwa setiap kata atau perbuatan pendidik adalah sesuatu yang wajib kita yakini dan kita ikuti. Padahal tujuan pendidik bukan seperti itu.

Pendidik memberi pencerahan dan jalan bagi para anak didik, membukakan jalan dan pikiran bagi mereka yang masih terpuruk pada pemikiran jika hidup di wilayah perairan, maka besar nanti dia akan menjadi nelayan.

Pola pikir yang telah terbentuk untuk menjadi nelayan, tentunya bukan hal yang salah. Tetapi mereka berhak melihat ada kesempatan lain. Masih banyak profesi lain selain profesi yang mereka lihat.

Nah, pikiran sempit seperti itulah yang ingin dicerahkan dan diluruskan oleh pendidik. Bahwa mereka mempunyai peluang yang amat besar untuk menjadi apa saja, terlepas mereka hidup berasal dari wilayah manapun.

Mendidik mereka berati memberikan inspirasi dan pencerahan bahwa masa depan adalah milik mereka, jika mereka mau berpikir dan bertindak. Sebab tidak ada yang sia-sia atas tindakan baik dan pikiran maju untuk mengembangkan diri.

Menjadi sukses adalah tujuan, maka kesuksesan itu berada di jalan mereka yang senantiasa terus belajar.

Belajar tidak hanya tentang sekolah, tapi memandang luas ke depan dan memiliki perencanaan yang baik tentang hidup 20 tahun yang akan datang.

Tentang perubahan zaman yang semakin cepat dan tentang persaingan yang semakin luas. Sudah siapkah kita?

Menjadi seorang pendidik adalah tugas mulia. Betapa tidak, kita membimbing masyarakat atau siapapun untuk bisa menuju ke arah kedewasaan berpikir dan bertindak. Kita bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran anak didik.

Selain itu, tentunya ada masyarakat yang juga menjadi sasaran pendidik. Tanggung jawab kita adalah bagaimana agar masyarakat menjadi manusia yang terdidik.

Mendidik adalah suatu usaha untuk mengantarkan anak didik ke arah kedewasaan baik secara jasmani maupun rohani. Oleh karena itu, mendidik dikatakan sebagai upaya pembinaan pribadi, sikap mental dan akhlak anak didik.

Mendidik tidak sekadar transfer of knowledge, tetapi juga transfer of values. Mendidik diartikan secara utuh, baik matra kognitif, psikomotorik maupun afektif, agar tumbuh sebagai manusia yang berpribadi. (Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar : 51).

Karena mendidik bagaimanapun juga adalah sebagai bagian dari sebuah usaha, untuk mengajarkan anak apa yang jarang dijumpai pada orang dewasa. Di samping itu, juga mengajak (memotivasi, mendukung, membantu, menginspirasi, dan seterusnya) orang lain, untuk melakukan tindakan positif yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain (lingkungan).

Poin terpenting adalah mendidik itu juga bagian dari proses membuat tunas berkembang baik dan menjadi besar. Karenanya mengawali pendidikan anak dengan proses yang benar adalah awal perjalanan. Awal yang baik pendidikan dini adalah setengah dari perjalanan hidup anak di masa depan.

Sebuah tanggung jawab bersama bagi setiap insan yang mempunyai beban moral terhadap peningkatan mutu pendidikan yang terdidik. Dimana akan secara otomatis mengawalinya dengan sebuah gagasan besar yang tertanam bagi peserta didik.

Hal itu karena kunci keberhasilan pendidik adalah pada saat pengakuan di atas kertas juga diakui keberadaannya di lingkungannya sebagai seorang pendidik handal, yang menciptakan kader potensial bagi nusa dan bangsa.

Hanya para pendidiklah yang bisa menciptakan peluang berpikir yang panjang bagi anak didik, bukan pada orang yang tidak terdidik yang kemudian bisa menguasai jagad ini. Karena itu, pilihlah jalan menjadi pendidik, karena pendidik itu menginspirasi.

 

*Penulis adalah guru MA Negeri Taliwang KSB.

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat