“May Day” dan Rencana Ahyar-Mori untuk Buruh NTB

“Buruh ialah aset NTB untuk berkembang lebih pesat. Mereka wajib diperhatikan. Dengan memanusiakan buruh, maka kita sedang melindungi masa depan,” Mori Hanafi

kicknews.today – Meskipun NTB bukanlah zona industri yang menyerap banyak tenaga buruh, tetapi ke depan dengan berkembangnya ekonomi dan berjalannya berbagai program kegiatan yang akan dilakukan pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur NTB nomor urut 2, Ahyar Abduh dan Mori Hanafi maka kepentingan pemerintah terhadap para buruh akan sangat besar untuk menunjang laju perekonomian di NTB.

Ahyar-Mori sudah menyatakan visinya yaitu akan menjadikan pertanian dan pariwisata sebagai pusat pengembangan di Nusa Tenggara Barat. Untuk itu maka sudah tentu program ini akan mengacu juga pada peningkatan jumlah serapan tenaga kerja yang mampuni dalam bidang tersebut.

“Skill buruh akan lebih ditingkatkan. Ini membutuhkan dukungan pemerintah, agar sektor pengguna buruh mendapatkan tenaga yang berkemampuan baik,” kata Mori Hanafi dalam sebuah diskusi ringan dengan kicknews.today beberapa hari yang lalu membahas tentang ‘May Day’.

Dengan kemampuan buruh yang baik, maka tentu kesejahtraannya-pun akan ditingkatkan. “Pengusaha wajib menjamin kesejahtraan buruh,” cetusnya.

Hal tersebut juga akan berada dalam pengawasan ketat pemerintah untuk menghindari penggunaan yang yang over dari tenaga buruh namun soal upahnya tidak diperhatikan.

“Kesejahtraan itu sangat berhubungan dengan kemampuan perusahaan membayar upah buruh. Maka pengusaha juga wajib didukung pemerintah. Semakin sehat sebuah perusahaan, maka selayaknya mereka membayar buruh lebih baik,” papar legislator dua periode itu.

Menurutnya, kalau perusahaan sudah sehat dan punya keuntungan banyak lalu membayar upah buruh tidak sesuai atau di bawah standar yang ditetapkan, kalau dia terpilih memimpin NTB, tidak segan-segan akan memberi teguran dan sanksi kepada perusahaan itu agar lebih menyejahrtrakan buruhnya.

“Bulan Puasa tahun lalu kita ada program ‘THR Lapor Mori’. Saat itu saya masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPR. Saya mau dengar keluhan buruh, kalau ada perusahaan yang tidak membayar THR maka kita kasi teguran dan mengusulkan sanksi terhadap perusahaan itu kepada pemerintah,” jelas Mori Hanafi.

Baginya, program seperti itu sangat efektif untuk membangun komunikasi antara pemerintah dengan buruh, juga membatasi agar perusahaan tidak sewenang-wenang menggunakan tenaga buruh tanpa diimbangi kesejahtraan yang baik.

“Intinya buruh akan lebih kita manusiakan karena mereka ialah aset NTB untuk lebih berkembang pesat nantinya dan berdaya saing dengan daerah lain yang lebih dahulu maju,” tegasnya. (red.)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat