Ini Modus Pelaku Bocorkan Soal UNBK yang Diungkap Polisi di Surabaya

kicknews.today – Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya dengan cepat merespon laporan Dinas Pendidikan Pemkot Surabaya, terkait adanya informasi kebocoran soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), di salah satu lembaga bimbingan belajar yang berada di daerah Jolo Tundo, Tambaksari, Surabaya.

Kaporestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, SIK., SH., MH. didampingi Kasat Reskrim AKBP Sudamiran dan AKP Dimas menggelar Konferensi Pers di depan gedung Command Center, Senin (30/5) sore, setelah anggota Satreskrim berhasil mengungkap pelaku dan mengamankan barang bukti.

Kombes Pol Rudi menuturkan bahwa sejak bulan Januari 2017 saudara IM diangkat sebagai pekerja harian lepas (PHL) bidang IT di SMP Negeri di Surabaya.

Selanjutnya pada tanggal 20 April 2018, IM memasang komputer dan server di tiap ruang (1,2 dan 3) tersebut kemudian melakukan sinkronisasi data.

“Setelah berhasil, saudara IM men-spy (mengintip) komputer siswa yang ada di ruang 3 dari PC yang ditaruh di ruangan 4,” tutur Kombes Rudi.

Lebih jauh Kombes Rudi menyampaikan, CPU yang  diletakan di ruang Laboratorium (ruangan 4) dihubungkan ke switch hub (alat pembagi kabel kine) di komputer siswa.

“Selanjutnya saudara IM menerima data IP (identitas personal) komputer siswa sebanyak lima buah dari saudara TH, setelah dicoba ternyata bisa,” lanjutnya.

Selanjutnya pada tanggal 23, 24 dan 26 pelaku IM mengakses komputer siswa dengan CPU tersebut ke server komputer siswa yang sedang ujian.

“Kemudian dari tampilan soal UNBK di monitor CPU tersebut di foto dan dikirimkan ke nomor WA tertentu,” imbuhnya.

Demikian modus operandi yang dijalankan pelaku dalam membocorkan soal UNBK yang kemudian disebar dengan memanfaatkan aplikasi WhatsApp.

Unit Ekonomi Satuan Reskrim Polrestabes berhasil mengamankan dua pelaku asal Surabaya berikut barang bukti berupa satu unit mini CPU merk HP, dua buah HP merk XIAOMI Type Redmi Note 4 warna biru putih dan warna putih.

“Selain itu diamankan pula satu buah HP merk SAMSUNG Type Galaxy J-5 warna abu-abu, satu monitor merk HP beserta kabel VGA, dan dua roll kabel LAN,” bebernya.

Pelaku disangkakan melanggar Pasal 46 Jo Pasal 30 Ayat (1) dan (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman penjara pidana kurungan enam sampai tujuh tahun. (djr)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat