in ,

Anak Usaha Bakrie Grup Siap Lunasi 6% Saham Newmont pada PT DMB

Porsi Saham Newmont (Sumber: KataData)

kicknews.today – Manajamen PT Multicapital, anak usaha Bakrie Group dikabarkan siap melunasi hutang sebesar Rp 408 miliar dari hasil penjualan enam persen saham PT Newmont Nusa Tenggara kepada PT Daerah Maju Bersaing yang sahamnya dimiliki tiga pemda di NTB.

Ketua Komisi III DPRD NTB Bidang Keuangan dan Perbankan H Johan Rosihan ST di Mataram, Sabtu (28/4), mengaku mengapresiasi adanya keinginan PT Multicapital menyelesaikan hutang divestasi sebesar Rp408 miliar lebih pada sekitar minggu akhir April 2018.

“Ketika melihat adanya surat tersebut, tenang saya. Bahwa di APBD Perubahan dana itu sudah ada,” kata Johan Rosihan.

Ia menuturkan, saat ini proses transfer hutang PT Multicapital itu sedang berjalan.

“Kita tunggu saja uangnya. Ndak usah repot-repot pakai Jaksa Pengacara Negara (JPN) untuk menagihnya,” ujarnya menyikapi rencana Pemerintah Provinsi NTB yang sebelumnya ingin menggunakan JPN untuk menagih uang hutan tersebut.

Menurut Politisi PKS itu, pihaknya menyerahkan mekanisme pembayaran tersebut diselesaikan dalam mekanisme perusahaan.

“Rapat Umum Pemgang Saham (RUPS) tentang itu sudah dilakukan. Paska RUPS, skema bayar sudah mulai jalan. Kalau kami di DPRD kan cuman tunggu skema APBD nya saja, sehingga dana sebesar Rp408 miliar lebih itu harus ada saat APBD Perubahan. Sikap ini juga sudah kami sampaikan ke PT MC dan mereka menyanggupinya,” jelas Johan Rosihan.

Untuk diketahui, dalam surat yang beredar, PT Multi Capital yang beralamat di Bakri Tower Kuningan Jakarta Selatan melalui Kuasa Direksi atas nama Muhammad Sulthon, melalui surat nomor 003/MC/IV/2018 tertanggal 23 April 2018, berjanji kepada PT Daerah Maju Bersaing (DMB) akan menyelesaikan tunggakan pembayaran hutang divestasi 6 % saham milik PT DMB sebesar Rp408 milyar lebih pada sekitar minggu akhir April 2018.

Sebagaimana tertuang dalam suratnya, Muhammad Sulthon, mengatakan proses pembayaran penggantian investasi PT DMB telah dilakukan pihaknya pada tanggal 23 April 2018.

“Untuk memenuhi persyaratan administrasi di Republik Rakyat China yang merupakan negara sumber pembayaran diperlukan beberapa hari dalam proses penyelesaian tersebut. Terkait dengan hal diatas, dapat kami informasikan bahwa dana penggantian investasi kepada PT DMB sebesar Rp 408.211.989.894 miliar akan dapat diterima di rekening PT DMB pada Minggu terakhir April 2018,”tulis Muhammad Sulthon dalam suratnya yang ditujukan kepada Direktur Utama PT DMB dan ditembuskan kepada Gubernur NTB, Bupati Sumbawa dan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Daerah Maju Bersaing (PT DMB) Andi Hadianto mengatakan dari hasil penjualan 24 persen saham milik daerah di PT Newmont Nusa Tenggara atau kini menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara, NTB memperoleh pemasukan sekitar Rp400 miliar lebih.

“Dari nilai 400 juta dolar AS atau Rp5,2 triliun (kurs Rp13.000), DMB memperoleh Rp400 miliar,” kata Andi Hadianto.

Andi menjelaskan, pemasukan sebesar itu diperoleh dari jumlah hibah yang diberikan PT Maju Daerah Bersaing kepada PT DMB sebesar 25 persen dari nilai penjualan saham tersebut.

“Uang itu merupakan hibah dari pemberian PT Multicapital, karena memang saat membeli saham Newmont, kita tidak mempunyai apa-apa,” tuturnya.

PT DMB merupakan perusahaan yang sahamnya dimiliki tiga daerah, yakni Pemprov NTB (40%), Pemkab Sumbawa (20%) dan Pemkab Sumbawa Barat (40%). DMB bersama PT Multicapital mengakuisisi 24 persen saham Newmont melalui perusahaan konsorsium PT Maju Daerah Bersaing (PT MDB), yang terdiri dari 6 persen saham PT DMB dan 18 persen saham milik PT Multicapital. (ant)