Gubernur NTB Tegaskan Tugas Sekda ‘Bukan cuma Loyal’

kicknews.today – Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH. M. Zainul Majdi mengatakan bahwa tugas Sekretaris Daerah (Sekda) tidak hanya memiliki aspek loyalitas, akan tetapi harus sejalan dan mampu menerjemahkan visi-misi politik kepala daerah. Hal itu disampaikan Gubernur NTB, Kamis  (26/4), pada Rakornas dan Munas III Forum Sekda Seluruh Indonesia (Forsesdasi) di The Santosa Hotel Senggigi Lombok Barat NTB.

“Tugas Sekda bukan loyal saja, tapi harus mampu menerjemahkan dan implementasikan visi-misi kepala daerah itu sendiri,” ungkap Gubernur seraya menambahkan hal itu agar dapat tertuang menjadi program kerja yang rasional, realistis, efektif, efisien serta dapat menunjang kesejahteraan seluruh rakyat.

Gubernur yang akrab dengan sapaan TGB itu mengatakan, Sekda sebagai sparring partner bagi kepala daerah merupakan perangkat yang paling tepat, untuk merasionalisasikan keseluruhan dari visi-misi politik kepala daerah, baik dari sisi rasionalitas, anggaran serta sinergi dengan program pembangunan.

Di samping itu, lanjut TGB, otonomi daerah dengan desentralisasinya merupakan istrumen untuk menghadirkan kesejahteraan rakyatyang lebih merata, serta pertumbuhan dan pembangunan yang inklusif.

“Bila otonomi daerah dan desentralisasinya semakin solid, semakin institusional, semakin kokoh, menjadi tempat banyak negara untuk belajar birokrasi, insya Allah data-data statistik menunjukan ketimpangan masyarakat akan semakin terkikis dan kesejahteraan akan terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Urusan Pemerintahan Kemendagri Dr. H. Suhajar Diantoro, M.Si. menegaskan, terkait strategis dan pentingnya peran seorang Sekda pada Era Otonomi sekarang yang telah bergeser kearah politik desentralisasi.

“Sekda itu bagaikan leher. Jadi Sekda harus loyal pada Gubernurnya. Maka tugas Sekda di sini yaitu harus dapat membantu Gubernur dalam mengelola kepercayaan rakyatnya,” ujarnya.

Suhajar juga berharap Indonesia dapat menyatukan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan menjadikan PTSP sebagai prioritas.

“Apabila perizinan itu cepat, maka investasi akan cepat masuk,” ucapnya.

Terkait hal itu, Ketua Forsesdasi yang juga Sekda Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ir. Sri Puryono mengungkapkan, Rakor dan Munas Forsedasi kali ini akan membahas tujuh isu strategis terkait permasalahan penyelenggaraan pemerintah daerah.

Isu-isu strategis itu antara lain upaya membangun integritas ASN, pengaturan pengangkatan dan pemberhentian jabatan Sekda, upaya pemerintah daerah untuk memenuhi prasyarat memperoleh dana insentif daerah, dan kebijakan pemerintah dalam penataan kelembagaan.

Selain itu, akan dibahas pula perlunya mendorong birokrasi yang inovatif untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, peningkatan peran Korpri dalam percepatan reformasi birokrasi, dan contoh nyata good governance.

“Penyelenggaraan Rakor dan Munas Forsesdasi kali ini adalah yang paling meriah dan membahagiakan,” tutupnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat