in

1.049 Orang Gila di NTB Dipasung Keluarganya, 433 Orang Dicari Pemerintah

Ilustrasi dipasung

kicknews.today – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggar Barat masih mencari keberadaan sebanyak 433 orang gila yang diduga dipasung keluarganya untuk mencegah terjadi hal-hal yang membahayakan jiwa.

Staf Ahli Gubernur NTB Bidang Sosial Kemasyarakatan dr Nurhandini Eka Dewi SpA, di Mataram, Jumat (27/4), menyebutkan estimasi penderita gangguan jiwa yang dipasung sebesar 0,21 persen penduduk atau sebanyak 1.049 orang. Sebanyak 616 orang sudah ditemukan dan ditangani.

“Sebanyak 433 orang masih dicari. Kami belum tahu pasti apakah mereka disembunyikan keluarganya di hutan,” kata dokter spesialis anak ini pula.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan NTB ini mengatakan penanggulangan orang dengan gangguan jiwa yang dipasung diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 22 Tahun 2013 tentang Penanggulangan Pasung d NTB. Implementasi dari regulasi tersebut dilakukan dalam bentuk Program NTB Bebas Pasung 2018.

Regulasi tersebut juga membuka ruang untuk melibatkan semua pihak agar melaporkan jika menemukan orang dengan gangguan jiwa yang dipasung.

“Jika ada warga yang menemukan orang dipasung, bisa memasukkan laporan melalui sistem yang kami namakan Simakpasol,” ujarnya.

Program NTB Bebas Pasung 2018, lanjut Nurhandini, dilakukan dengan penanganan komprehensif melalui sistem rujukan 3 pilar. Pertama rumah sakit yang menjadi tempat pengobatan, dalam hal ini Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB di Kota Mataram.

Pilar kedua adalah sistem penanganan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Pihaknya sudah melatih petugas kesehatan, kader kesehatan yang tersebar di 86 puskesmas penanganan orang dengan gangguan kejiwaan.

Ketiga, lanjut Nurhandini, mendekatkan pasien dengan keluarga selama proses pengobatan secara teratur. Dalam proses tersebut juga dilakukan pengasahan kemandirian di kelompok swabantu.

“Tujuan akhir dari tiga penanganan komprehensif melalui sistem rujukan 3 pilar tersebut adalah membuat orang dengan gangguan jiwa sehat kembali, berdaya dan mandiri,” katanya pula. (ant)