Wabup Sarifudin Sebut Pemprov NTB Tak Berkontribusi Tata Gili Matra

kicknews.today – Wajah tiga gili yang dikenal dengan Gili Matra (Meno, Air, dan Trawangan) saat ini sedang ditata Pemkab Lombok Utara. Sejumlah bangunan yang berada di sempadan pantai pun dibongkar. Namun anehnya, Pemerintah Provinsi NTB justru hilang bak ditelan bumi, tak punya andil sama sekali.

Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin belum lama ini mempertanyakan kontribusi pemprov terkait serangkaian kegiatan yang dilakukan Pemkab Lombok Utara.

Pihaknya menilai sampai sekarang tidak pernah ada dukungan apapun terhadap langkah penataan tersebut.

“Saya kira provinsi acuh-acuh saja ya, cuek. Saya bilang begini karena memang seolah-olah lepas tangan,” ungkap Wabup Sarifudin.

Selain acuh,Pemrov NTB juga dianggap lemah dalam mengatasi persoalan di tiga gili.

Mantan dewan Udayana itu merujuk pada penataan yang nyaris tak pernah dibahas dalam pemerintahan pimpinan M. Zainul Majdi. Padahal sebagai wilayah dengan potensi pendapatan yang besar, seharusnya Pemprov NTB berkontribusi. Bukan malah melulu hanya menerima keuntungan tanpa berbuat maksimal.

“Walaupun ada terbukti beberapa persoalan yang tidak bisa diseleseikan. Ini menjadi momok bagi pemerintah daerah, karena ujung-ujungnya kita yang harus berhadapan dengan masyarakat sendiri,” ujarnya.

Tiga gili masuk dalam bagian wilayah strategis provinsi. Sudah seharusnya pemprov lebih mengatensi kawasan itu atau paling tidak mendorong Pemkab Lombok Utara, dalam kegiatan penertiban bangunan. Namun yang terjadi sebaliknya, alih-alih mengirim dukungan personil, pemprov justru tidak menampakkan batang hidungnya.

“Semestinya pemprov kerahkan Pol PP, jadi tidak hanya Pol PP kita saja. Padahal ini merupakan wilayah strategis mereka. Saya kira ini penting saya sampaikan supaya kita ikut merasakan,” jelasnya.

Sarifudin menyebut, Lombok Utara khususnya Gili Matra merupakan daerah penyumbang angka kunjungan wisatawan terbesar bagi Provinsi NTB.

Terbukti pada 2017 lalu, Lombok Utara menjadi kabupaten dengan sumbangsih wisatawan terbanyak dari target skala provinsi, yakni mencapai 3 juta wisatawan.

Namun demikian pihaknya terlanjur kecewa, lantaran Pemprov NTB malah terkesan cuek menyikapi langkah pembenahan destinasi wisata Gili Matra.

“Kami sebagai penyumbang wisatawan terbanyak justru tidak diperhatikan. Padahal pariwisata NTB ada di Lombok Utara. Semoga ini jadi pembelajaran kita semua,” pungkas Sarifudin.

Untuk diketahui, penertiban yang dilakukan Pemkab Lombok Utara pada 2018 ini, berlangsung sejak tanggal 24 April dan direncanakan hingga 1 Mei mendatang.

250 personil tim gabungan turun gunung membongkar ratusan bangunan hasil identifikasi yang kini menghiasi roi pantai.

Untuk selanjutnya, pemkab segera akan membangun akses jalan tiga jalur terdiri dari jalur pejalan kaki, sepeda, dan jalur cidomo.

Saat ini tahap awal sudah berjalan, dimana Gili Trawangan dikucurkan anggaran kurang lebih Rp 6 miliar pada APBD 2018 ini. (iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat