in

Polisi Gulung Kawanan Begal di KEK Mandalika Resort Lombok Tengah

Salah satu kawanan begal saat dibawa polisi ke Mapolres Lombok Tengah (Foto: Ist)

kicknews.today – Anggota Satreskrim Polres Lombok Tengah bersama Polsek Pujut, berhasil meringkus empat kawanan pelaku begal yang beraksi di wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort, tepatnya di Bukit Meresek Desa Sengkol Kecamatan Pujut Lombok Tengah, Rabu (25/4).

Kawanan begal yang rata-rata masih remaja itu yakni inisial JN (17), LD (18), NN (20), dan AH (24), merupakan warga Desa Kuta Kecamatan Pujut Lombok Tengah.

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Rafles P Girsang yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Keempat pelaku ditangkap karena terlibat kasus tindak pidana curat di Bukit Meresek. Sedangkan dua pelaku yang sudah dikantongi identitasnya masih buron,” ujar AKP Rafles, Kamis (26/4), sembari menambahkan bahwa saat ini para pelaku harus mendekam di balik jeruji besi Mapolres Lombok Tengah untuk proses lebih lanjut.

Penangkapan terhadap kawanan begal itu berawal dari informasi tiga orang korban diantaranya Erika Agusfian (19), Ridho (19), dan Hermawan (20), warga Lombok Timur.

Berdasar dari laporan itu, anggota kemudian melakukan penyelidikan dan pencarian sesuai dengan ciri-ciri pelaku, dan berhasil menangkap kawanan pelaku curat tersebut.

“Mereka ini kita tangkap di tempat yang berbeda. Kasus ini masih dikembangkan untuk menangkap pelaku lain yang masih buron,” ucapnya.

Sesuai penuturan korban, kejadian tindak pidana curat itu berawal pada Selasa (24/4), saat korban berada di Bukit Meresek untuk melihat sunset dan menginap di lokasi tersebut. Setelah mendirikan tenda dan menurut hemat mereka dirasa aman, korban pun beristirahat.

Namun beberapa waktu kemudian, sekitar pukul 01.00 Wita, tanpa disangka-sangka enam orang pelaku datang merusak tenda menggunakan senjata tajam (sajam).

“Pelaku mengancam dan menodongkan sebilah parang  ke arah wajah korban sambil mengatakan ‘serahkan handphone, dompet. Kalau tidak, saya tembak,” kata Rafles menirukan penuturan korban.

Korban yang merasa nyawanya terancam, akhirnya menyerahkan semua handphone termasuk uang yang ada di dalam dompet kepada para pelaku.

Selanjutnya kejadian yang dapat merusak citra pariwisata yang dialaminya itu, akhirnya dilaporkan korban kepada pihak kepolisian.

“Total kerugian yang dialami oleh korban itu Rp 16 juta,” pungkasnya. (ade)

Tinggalkan Balasan