Kepala Kemenag Lombok Tengah Minta Maaf telah Usir Wartawan

kicknews.today – Puluhan wartawan dari berbagai media baik cetak, elektronik, dan online yang melakukan aktifitas jurnalistik di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (26/4), kembali mendatangi Kantor Kementerian Agama Lombok Tengah. Aksi puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Lombok Tengah (FWLT) itu, untuk minta klarifikasi terkait sikap arogansi Kepala Kemenag Lombok Tengah Haryadi Iskandar, mengusir wartawan saat meliput kegiatan di MTsN Model Praya beberapa waktu lalu.

Kepala Kemenag Lombok Tengah Haryadi Iskandar yang menerima kedatangan FWLT itu mengklarifikasi, bahwa pada saat itu dirinya sedang membangun sebuah disiplin bagi bawahannya.

Dikatakannya, kalau wartawan mau mengikuti acara itu supaya lebih awal, karena siapapun yang terlambat pada waktu itu tidak boleh masuk.

Lebih jauh dia mengatakan, sebelum saudara Hafis (wartawan yang diusir, red) datang, sudah ada tiga orang juga yang disuruh keluar dan disuruh menunggu di luar.

“Ini fakta, Hafis masuk, ‘tunggu dulu di luar’, itu yang saya katakan. Dan Hafis menunggu di luar, karena tidak ada niat untuk mengusir wartawan seperti yang diberitakan itu,” kilah Haryadi.

Dijelaskan Haryadi, setelah acara acara selesai dirinya kemudian mengajak Hafis untuk wawancara di ruang kepala sekolah. Kemudian setelah itu Hafis kembali masuk menghadiri acara di MTsN Model Praya itu.

“Saya atas nama pribadi minta maaf kalau ada kekeliruan dalam insiden tersebut,” ucap Iskandar di hadapan wartawan dan Kepala Kanwil Kemenag NTB, Nasrudin.

Sementara Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB, Nasrudin dalam kesempatan itu mengatakan, dengan adanya kesepakatan saling memaafkan ini artinya persoalan ini sudah selesai. Karena pihak Kanwil juga sudah menyampaikan maaf masalah pengusiran tersebut.

“Wartawan itu profesi, dan mereka mitra kerja kita, wartawan harus hadir di setiap kegiatan yang dilaksanakan untuk mendapatkan informasi,” tandas Kakanwil Kemenag NTB.

Sebelumnya, Ketua FWLT Lombok Tengah Agus Wahaji menyampaikan, kedatangan dirinya bersama wartawan lainnya merupakan kedatang kedua kalinya, sejak insiden pengusiran terhadap wartawan  Hafis oleh Kepala Kemenag saat acara sosialisasi.

Dikatakannya, kejadian itu merupakan insiden yang tidak seharusnya, karena hubungan antara Kemenag dengan wartawan cukup baik selama ini.

“Pada prinsipnya, ada kesan Kemenag menghindari kawan media atau wartawan,” cetusnya.

Menurutnya, kejadian itu menciderai kerjasama antara wartawan dengan Kemenag Lombok Tengah, sehingga ke depan kejadian itu tidak terulang kembali menimpa awak media yang sedang melakukan aktifitas jurnalistik.

“Kita harapkan kejadian itu tidak terulang lagi. Kami juga minta maaf kalau ada salah dalam persoalan ini,” pungkasnya. (ade)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat