PKBI NTB dan Pemkab Lombok Barat Canangkan ‘GAMAK’

kicknews.today – Pernikahan usia dini atau ‘merarik kodeq’ dalam bahasa Sasak Lombok, merupakan persoalan yang tengah masih hangat diperbincangkan dan diatensi semua kalangan. Pun demikian oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Diinisiasi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) NTB, Selasa (24/4), di Aula Kantor Bupati Lombok Barat membedah pencanangan Gerakan Anti Merarik Kodek (GAMAK).

Pejabat sementara (Pjs) Bupati Lombok Barat H. Lalu Saswadi dalam sambutannya pada acara yang dikemas dalam bentuk workshop itu, berharap persoalan ‘merarik kodeq’ menjadi tanggung jawab bersama semua unsur terkait.

“Persoalan ‘merarik kodeq’ bukan hal yang kecil, sehingga menjadi tugas kita semua melakukan upaya dan tindakan untuk mencegah hal itu,” ungkapnya.

Dalam kesempatannya, Ketua PKBI NTB Ahmad Hidayat mengungkapkan, kasus perkawinan anak dan kemiskinan di NTB sudah mulai kronis, sehingga perlu mendapat perhatian khusus dari semua pihak.

“Kita sudah nggak bisa nyari akarnya, sebab akibat untuk saling intervensi. Mari buat sebuah komitmen untuk mengatasi masalahnya,” kata Hidayat.

Dia berharap agar tindak lanjut dari kegiatan itu, nantinya akan ada aturan tetap (Pakem) tertulis tentang pernikahan atau ‘merarik’, kemudian disosialisasikan sehingga diketahui oleh semua pihak, termasuk ‘Mangku Krame Adat’ sampai ke tingkat dusun.

Dengan demikian, lanjut Hidayat, maka praktek-praktek pernikahan menjadi lebih manusiawi dan perempuan jadi lebih dihargai.

Menurutnya, kalau Pakem itu setelah disepakati secara tertulis oleh semua pihak dan unsur yang ada, kemudian diterapkan, maka tidak akan mungkin terjadi perkawinan usia dini atau ‘merarik kodeq’. (ir)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat