Ikut Kampanye, Oknum Camat di Lombok Tengah Terancam Dibui

kicknews.today – Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi NTB akan melimpah berkas tersangka salah seorang oknum Camat di Kabupaten Lombok Tengah inisial HRM dari penyidik ke jaksa terkait pelanggaran Pasal 188 juncto Pasal 71 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.

Ketua Bawaslu NTB M. Khuwailid menyampaikan, oknum pejabat ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah itu, diduga telah ikut berkampanye di Masbagik Lombok Timur. Dimana kronologisnya, oknum Camat tersebut mengikuti acara kampanye salah satu satu pasangan calon gubernur yang dibungkus acara silaturrahim.

“Pejabat ini melakukan suatu tindakan yang menurut Bawaslu masuk kategori kampanye,” ungkapnya, Rabu (25/4).

Dikatakannya, semua dugaan pelanggaran sudah diproses di tingkat penyidikan, tinggal proses penuntutan ke Jaksa.

“Camat ini dukung salah satu paslon,” kata Khuwailid.

Lebih jauh Khuwailid menerangkan, ada dua kualifikasi hukuman yang akan memberatkan oknum Camat tersebut, diantaranya kualifikasi hukuman badan dan kualifikasi denda.

Akan tetapi, lanjutnya, kalau melihat dari temuan data, kasus ini masuk dalam kualifikasi hukuman badan dengan ancaman 36 bulan kurungan. Kendati demikian, itu nantinya tergantung putusan pengadilan.

Khuwailid mengaku, gejala umum yang ditemukan Bawaslu di lapangan rata-rata yang trend yakni pejabat negara, pejabat daerah, ASN dan kepala desa ikut berkampanye. Namun saat disinggung mengenai data jumlah, Khuwilid belum bisa memberikan keterangan karena masih proses pendalaman.

“Kebanyakan terjadi di Sumbawa, ada juga kades sedang diproses,” ucapnya.

Menurut Khuwailid, untuk memastikan apakah pejabat tersebut terlibat, perlu dibaca dari kasus ke kasus. Oleh sebab itu Bawaslu akan membuat analisa agar pendataannya masif dan terstruktur.

“Kami belum temukan benang merah, apakah digerakkan oleh paslon atau tidak, masih sporadis,” cetus Ketua Bawaslu asli Kecamatan Praya Barat Daya ini, seraya menambahkan bahwa yang jelas Bawaslu masih pelajari dan telusuri dari beberapa temuan yang ada.

Terkait hal itu, Camat Praya HRM yang ditetapkan tersangka saat dikonfirmasi via ponsel enggan menanggapi. Begitu pula halnya melalui pesan singkat, dia tidak menggubris. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat