in

Pemkab Lombok Utara Bersinergi Majukan Pariwisata

Bupati Lombok Utara didampingi Wakil Bupati saat membuka rapat kerja pariwisata daerah di Ballroom Jayakarta Hotel

kicknews.today – Berbagai persoalan dan masa depan pariwisata di Kabupaten Lombok Utara dibedah tuntas untuk pertama kalinya, Senin (23/4). Di hadapan para pengusaha dan pelaku pariwisata, serta dinas lingkup Pemkab Lombok Utara, Bupati H. Najmul Akhyar mengungkapkan, kemajuan pariwisata di Lombok Utara perlu mendapatkan perhatian dan kontribusi semua pihak.

“Dinas Pariwisata tidak bisa sendiri, makanya dinas lain harus ikut terlibat dan memberikan kontribusi untuk pariwisata,” ungkap Najmul dalam rapat kerja pariwisata di Ballroom Jayakarta Hotel.

Menurut orang nomor satu di Lombok Utara itu, pariwisata adalah sektor utama penggerak perekonomian masyarakat. Dimana pemkab sangat konsen mensinergikan seluruh sektor yang berimplikasi kepada pariwisata, seperti pertanian, peternakan, perikanan, hingga kerajinan dan lain sebagainya.

“Tekad kita untuk menjadikan pariwisata sebagai penopang ekonomi. Semua itu harus diintegrasikan untuk memenuhi kebutuhan. Umpamanya di tiga gili, tinggal bagaimana dinas yang lain menerapkan itu di lapangan,” ujarnya.

Di tengah gemerlapnya pariwisata Lombok Utara, pihaknya menilai masih terdapat ketimpangan terutama jika menilik angka kemiskinan.

Dikatakannya, dengan jumlah sekitar 30 persen lebih, presentase tersebut seolah menimbulkan persepsi bahwa pariwisata belum dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Hal itu menjadi dilema apakah karena SDM yang tidak mumpuni atau justru dinas yang belum menemukan pola, dalam menerapkan atau menangkap peluang untuk masuk ke sektor tersebut.

“Hendaknya gemerlap pariwisata ini mampu dirasakan seluruh warga Lombok Utara, bukan hanya segelintir orang saja. Saya harap dinas mengangap ini semua berkaitan dengan pariwisata,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lombok Utara H. Muhammad menerangkan, tujuan digelarnya rapat koordinasi ini untuk menyamakan persepsi di kalangan dinas hingga pelaku wisata, dimana implikasinya untuk menciptakan pelayanan terbaik untuk para wisatawan yang datang berkunjung.

“Rakor ini untuk menyamakan persepsi bagaimana pembangunan pariwisata yang bersistem dan berkelanjutan, karena kita tidak bisa sendiri,” terangnya.

Menurutnya, dengan tingkat kunjungan yang diklaim mencapai 2 ribu bahkan 3 ribu wisatawan dalam sehari, idealnya sinergitas untuk lebih meningkatkan pariwisata yang berdampak pada kemaslahatan umat mesti dilakukan.

Tak heran jika sejumlah isu dibahas dalam rapat itu, diantaranya program desa wisata, pariwisata syariah, pola sinergitas antar OPD, dan peningkatkan relasi dari eksternal maupun internal pariwisata sendiri.

“Kita ingin membangun suatu komitmen dalam relasi kelembagaan yang nantinya menimbulkan pelayanan publik yang relevan,” tandasnya. (iko)

Tinggalkan Balasan