Pemkab Aceh Belajar Beternak ke Narmada Lombok Barat

kicknews.today – Dua desa di Kabupaten Lombok Barat yakni Desa Selat dan Desa Sembung Kecamatan Narmada, Senin (23/4), mendapat kehormatan ditunjuk sebagai lokasi kunjungan kerja (kunker) rombongan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh, untuk studi banding terkait pertanian dan peternakan.

Rombongan yang terdiri dari unsur pemerintah kecamatan, kepala desa, dan kelompok tani itu secara khusus mengunjungi Kelompok Ternak Patuh Angen dan Patuh karya di dua desa tersebut.

“Selain silaturrahmi, secara khusus kami bermaksud untuk menggali dan belajar tentang pertanian dan beternak yang baik, serta bagaimana menjalankan manajemen kelompok ternak yang ada di Desa Sembung. Karena di Aceh Besar, peternakan masih menggunakan pola peternak tradisional,” ungkap ketua rombongan Munawir.

Dijelaskannya, kunjungan ke Lombok Barat itu merupakan hasil koordinasi Pemkab Aceh dengan Kementerian Pertanian RI beberapa waktu lalu.

“Kementerian merekomendasikan Lombok Barat karena merupakan kabupaten yang masuk 10 besar penyumbang ketahanan pangan Nasional,” jelasnya.

Data Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat, diketahui Lombok Barat memiliki lahan pertanian seluas 17.340 hektar.

Selain itu Lombok Barat juga memiliki irigasi yang baik dan kondisi tanah yang sangat mendukung. Disamping itu Lombok Barat juga memiliki 1.495 kelompok tani yang tersebar di semua kecamatan, terdiri dari kelompok tani pangan, holtikultura, kelompok ternak dan perkebunan.

Ketua Kelompok Ternak Patuh Angen Ali Sahid di hadapan semua rombongan memaparkan profil dan program kelompoknya.

“Kelompok Ternak Sapi ‘Patuh Angen’ ini sudah berdiri sejak tahun 2005, bahkan sebelum Pemerintah Provinsi NTB membuat program yang disebut sejuta sapi. Awalnya kami beranggotakan 20 orang dengan modal awal Rp 300 juta yang diberikan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat,” paparnya.

Dikatakannya, antusias masyarakat yang tinggi terhadap pola pengelolaan yang diterapkan, sehingga kini anggota kelompoknya berjumlah 80 orang dengan populasi sapi 240 ekor.

Kelompok Ternak Patuh Angen menerapkan pengelolaan ‘sistem 1-1-4’ atau satu induk satu anak selama satu tahun.

“Sistem pengelolaan ini dianggap berhasil, karena sebagian besar anggota kelompok yang nol pendidikan itu ekonominya meningkat. Dari beternak ini, masyarakat banyak anaknya bisa sekolah hingga kuliah dan sebagian besar anggota kelompok bisa menaikkan ekonomi keluarga,” jelasnya.

Setelah mendapat pemaparan langsung dari obyek yang dituju, semua peserta rombongan mengaku sangat bangga dan puas. “Apa yang kami pelajari di Lombok Barat ini akan kami coba di Aceh,” kata Munawir mewakili rombongan. (ir)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat