ITDC Bakal Kembali Tertibkan Bangunan di KEK Mandalika Resort

kicknews.today – Sebagian lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort Desa Kuta Kecamatan Pujut Lombok Tengah, masih diklaim sejumlah warga. PT. ITDC Lombok bersama Polres Lombok Tengah, Satpol-PP, dan Pemerintah Daerah Lombok Tengah, Selasa (24/4), menggelar rapat koordinasi dalam rangka pengosongan lahan yang masih diklaim dan diduduki warga.

“Hari ini (Selasa, 24/4) kita melakukan rakor bersama aparat penegak hukum, dalam rangka penertiban bangunan dan pengosongan lahan kembali di KEK yang dikuasai oleh masyarakat,” ujar Deputi Project Director KEK Mandalika Resort Adi Sujono Prawoto usai rakor di Aula Polres Lombok Tengah.

Dijelaskan, penertiban bangunan di dalam area KEK Mandalika Resort, yang masih diklaim itu akan dilakukan secara keseluruhan. Namun target yang akan dipercepat yakni lahan di HPL 28 milik ITDC yang dikuasai warga atas nama Martin, sehingga pihaknya melakukan rakor untuk rencana pengosongan lahan tersebut.

“Rakor ini untuk meminta pengamanan dalam rangka pengosongan lahan di HPL 28 tersebut. Penertiban itu akan mulai dilakukan minggu depan,” ujarnya.

Permintaan pengamanan dari aparat penegak hukum, baik itu TNI-Polri dan Satpol-PP, serta pemerintah daerah merupakan salah satu upaya ITDC menjamin keamanan bagi investor, yang akan membangun hotel di kawasan tersebut. Karena factor keamanan adalah hal yang sangat utama bagi para investor dalam berinvestasi.

“Kita ingin menjamin keamanan investor yang akan membangun hotel di kawasan itu,” ucapnya.

Lebih jauh Adi Sujono mengungkapkan, pihaknya berharap kepada masyarakat yang memiliki bukti kuat atas kepemilikan lahan di dalam kawasan itu, agar menempuh jalur hukum yakni melalui pengadilan.

Hal semacam itu juga yang telah disarankan atas lahan yang diklaim oleh Minarni. Dengan demikian, maka persoalan lahan di dalam kawasan itu cepat diselesaikan, karena ITDC hanya diperintahkan untuk mengelola tanah negara yang sudah dibebaskan di KEK Mandalika Resort.

“Kalau masyarakat punya alat bukti, silahkan ajukan gugatan ke pengadilan,” pungkasnya. (ade)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat