Anggota DPRD NTB Kecewa Sikap Pimpinan Terkait Pengganti Mori Hanafi

kicknews.today – Beberapa anggota DPRD NTB menyampaikan rasa kecewa terhadap pimpinannya karena saat rapat paripurna LKPJ Pemprov NTB, Senin (23/4), pimpinan dewan tidak membacakan surat masuk dari Fraksi Partai Gerindra, terkait  usulan pergantian Wakil Ketua DPRD Mori Hanafi.

Pada saat sidang dengan agenda pembahasan pelaksanaan program TGB-Amin berlangsung, L. Wirajaya mengajukan interupsi dan menanyakan alasan pimpinan sidang, dalam hal ini Hj. Isvie Rupaeda tidak membacakan surat masuk dari Fraksi Gerindra, tertanggal 16 April 2018 tentang Pergantian Mori Hanafi.

“Ini sudah kebiasaan bu Isvie. Padahal hanya membaca surat masuk dari fraksi dan itu wajib hukumnya dibaca, karena sudah diatur dalam tata tertib DPRD NTB, “ungkap L. Wirajaya.

Dia mengatakan, ada hak fraksi untuk menanyakan hal itu karena merupakan ketentuan. Terlebih surat pergantian pimpinan itu berasal dari DPP Partai Gerindra yang diusulkan melalui fraksi, namun sampai tanggal 23 April belum dibacakan.

“Justru kalau berlama-lama akan membuat roda pemerintahan tidak bagus,” katanya seraya menambahkan bahwa dirinya akan menemui pimpinan untuk mencari solusi.

Terkait hal itu, Hj. Isvie Rupaeda langsung menegaskan bahwa dirinya bukan tidak mau membacakan surat masuk tersebut, tapi persoalan pergantian ini belum dibahas di tingkat pimpinan. Artinya, tidak bisa dirinya mengambil keputusan sepihak.

“Akan dibahas tingkat pimpinan, karena ini bicara membahas pengganti pimpinan,” ujarnya.

Jawaban Isvie tersebut mendapat tanggapan keras dari Nurdin Ranggabrani. Usai paripurna, politisi PPP itu menjelaskan bahwa dalam aturan, ketika ada surat masuk itu harus dibaca. Persoalan akan dibahas di tingkat pimpinan, jangan sampai diungkapkan ke publik karena itu rahasia pimpinan.

Ia juga mempertanyakan alasan kenapa pimpinan DPRD tidak segera membacakan surat dari Fraksi Gerindra itu.

Nurdin menilai, kalau melihat dari aturan sangat resmi, apalagi keluar dari DPP Gerindra, melalui DPD dan fraksi yang merupakan perpanjangan tangan partai di dewan.

“Jangan ulur waktu. Jika urusan internal, silahkan bahas dengan internal pimpinan, tidak boleh dipublik,” sarannya.

Kekecewaan itu juga muncul dari Ketua Fraksi Gerindra H. Sabirin. Dia mengaku sangat kecewa atas sikap pimpinan DPRD NTB yang tidak membacakan surat itu.

“Iya kecewa, kenapa diperlambat, mestinya saat paripurna hari Jumat kemarin sudah dibaca, nyatanya tidak. Mari kita berjalan sesuai tatib lah,” cetusnya.

Disinggung kenapa tidak melakukan interupsi saat paripurna berlangsung. Dengan diplomatis dia mengatakan sedang tugas luar sehingga tidak diperbolehkan.

“Andai saja tugas luar ini sudah selesai, saya pasti pertanyakan,” tutupnya (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat