Lombok Utara Wacanakan Pembatasan Sepeda di Gili Trawangan

kicknews.today – Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (Dishublutkan) Lombok Utara, berencana akan segera membatasi keberadaan sepeda di pulau eksotik dunia Gili Trawangan. Kondisi yang padat ditambah belum teraturnya lokasi parkir di sana merupakan aspek munculnya wacana tersebut.

“Kita batasi, mungkin hotel-hotel bisa memiliki berapa begitu, dan mana yang dapat dikelola oleh masyarakat,” ungkap Sekretaris Dishublutkan KLU Samsul Rizal, Jumat (20/4).

Menurutnya, sudah seharusnya seluruh objek transportasi di sana ditata, apalagi itu berkaitan dengan wajah pulau yang menghasil pendapatan terbesar bagi daerah.

Jika demikian, katanya, selanjutnya akan dipetakan lokasi-lokasi yang bakal dibuat tempat khusus parkir tidak hanya sepeda, termasuk juga cidomo yang beroperasi di Gili Trawangan.

“Kalau sekarang ini kan semuanya. Nanti kalau sudah ditata, kita tetapkan lokasi khusus parkir,” sebutnya.

Dikatakannya, sejauh ini memang belum ada progres menuju ke arah sana. Alih-alih persiapan, regulasi pun pihaknya masih belum mengetahui secara pasti. Untuk itu dalam waktu dekat regulasi mengenai hal itu akan dicari dan dilakukan pengkajian. Kendati demikian pihaknya optimis bisa menata sepeda agar tidak overload.

“Memang masih belum tahu regulasinya. Makanya kami akan cari dulu seperti apa, baru kita akan terapkan polanya,” katanya.

Pembatasan sepeda dan dimunculkannya lokasi parkir di Gili Trawangan dianggap berbanding lurus dengan pendapatan dari retribusi parkir. Betapa tidak, retribusi dari parkir merupakan pendapatan paling besar yang dikelola Dishublutkan dan pada tahun ini target retribusi ditetapkan Rp 500 juta.

“Tahun lalu dari target Rp 60 juta kita bisa merealisasikan Rp 120 juta untuk retribusi parkir,” ungkapnya.

“Parkir tempat umum, khusus, dan pariwisata yang kami kelola. Tetapi sekarang baru parkir umum yang bisa termanfaat. Maka dari itu ke depan di Gili Trawangan bisa menjadi potensi untuk retribusi parkir,” jelas Rizal menambahkan.

Dijelaskannya, dalam waktu dekat seluruh juru parkir (jukir) di Lombok Utara akan dikumpulkan, untuk membahas dan menyerap keluhan mereka di lapangan. Sebab diketahui dari jukir resmi bahwa dinas mengambil keuntungan sebesar 30 persen dari pendapatan mereka. Tentu inipun sudah melalui uji petik mengenai potensi dari objek parkir yang mereka kelola.

“Minggu depan kita akan kumpulkan. Memang tidak membahas spesifik mengenai wacana parkir di Gili Trawangan, tetapi ke depan arahnya ke sana,” pungkasnya. (iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat