Lakukan Pengerusakan di KEK Mandalika, ITDC Polisikan Minarni

kicknews.today – PT. ITDC Lombok yang merupakan pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort, mulai geram dengan adanya tindakan salah seorang warga yang mengeklaim tanah dan melakukan pengerusakan terhadap sejumlah properti di kawasan tersebut.

Pihak ITDC saat ini telah melaporkan tindakan pengerusakan yang dilakukan pihak Minarni itu ke Polres Lombok Tengah.

“Kami sudah melaporkan tindakan pengerusakan yang dilakukan oleh pihak Minarni itu, dan saat ini kita masih menunggu tindakan hukum yang akan dilakukan oleh Polres Lombok Tengah,” ujar General Affair KEK Mandalika Resort I Gutsi Lanang Bratasuta, Kamis (19/4).

Dijelaskan, lahan yang diklaim pihak Minarni itu sudah cupuk lama, bahkan dia sudah datang dan saat itu pihak ITDC telah menjelaskan kepada yang bersangkutan, agar mengklarifikasi legalitas sertifikat miliknya kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Tengah. Namun hasil klarifikasi dari BPN itu tidak pernah disampaikan kepada ITDC.

Selain itu, pihak ITDC juga menawarkan dua opsi lain kepada pihak Minarni yakni mengajukan dan melampirkan dukumen kepemilikan tanah yang sah untuk diklarifikasi keabsahannya.

Opsi kedua, pihak Minarni bersurat langsung ke BPN Lombok Tengah terkait kejelasan Bukti sertifikat tersebut.

“Pihak Minarni menyanggupi hal itu, setelah kami cek belum ada yang masuk di BPN. Malah yang dilakukan itu merusak properti di lokasi lahan yang diklaim,” tegasnya

Dengan adanya tindakan pengerusakan itu, pihak ITDC melaporkan pihak Minarni kepada Polres Lombok Tengah. Pihaknya juga masih menunggu hasil proses hukum yang akan dilakukan oleh Polres Lombok Tengah.

“Kita sudah ada niat baik, namun mereka melakukan pengrusakan sehingga kita laporkan kepada pihak kepolisian,” pungkasnya.

Diketahui, pihak Minarni melakukan pengerusakan dan pemagaran di lahan milik KEK Mandalika Resort tepatnya di eks Hotel Lombok Baru, yang sudah ditertibkan oleh Pemerintah Daerah Lombok Tengah beberapa tahun lalu. Namun pihak Minarni tetap bersikukuh dan bertahan bahwa lahan itu merupakan tanah miliknya karena sudah mengantongi sertifikat. (ade)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat