in

Liga Arab Seru Dunia tak Ikuti Jejak AS di Yerusalem

Para pemimpin negara anggota Liga Arab saat KTT di di Aula Pusat Budaya Dunia Raja Abdul Aziz, Dhahran (Foto: Ist)

kicknews.today – Para pemimpin negara-negara anggota Liga Arab mengakhiri KTT ke-29, Minggu (15/4), dengan mengeluarkan ‘Deklarasi Dhahran’ yang memuat dukungan tiada henti pada perjuangan rakyat Palestina, serta seruan kepada negara manapun agar tidak mengikuti jejak Amerika Serikat.

“Kami menyerukan negara-negara di dunia agar tidak memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem maupun mengakui Yerusalem sebagai ibukota israel,” demikian isi ‘Deklarasi Dhahran’ yang diperoleh media di Al Khobar, Senin (16/4) pagi.

Isu Palestina menjadi agenda terpenting Konferensi Tingkat Tinggi yang berlangsung sehari di Dhahran, kota administrasi industri minyak dan gas Arab Saudi yang wilayahnya masuk perluasan Kota Metropolitan Dammam ini.

Bahkan, Raja Salman mengibaratkan KTT Liga Arab di negaranya, yang berlangsung di Aula Pusat Budaya Dunia Raja Abdul Aziz, Dhahran, itu sebagai ‘KTT Al Quds atau KTT Jerusalem’.

Dalam ‘Deklarasi Dhahran’ itu, para pemimpin dan ketua delegasi negara-negara Liga Arab yang hadir menegaskan kembali sikap mereka, bahwa masalah Palestina merupakan prioritas utama seluruh bangsa Arab dan Al Quds Timur adalah ibukota negara Palestina merdeka.

Mereka menekankan pentingnya mewujudkan perdamaian abadi dan menyeluruh di Timur Tengah, sebagai pilihan strategis yang sudah tertuang dalam Inisiatif Damai Arab.

Keputusan Amerika Serikat yang mengakui Al Quds atau Yerusalem sebagai ibukota israel mendapat kecaman. Sebaliknya, para pemimpin Liga Arab memastikan Yerusalem Timur akan tetap menjadi ibukota Palestina merdeka.

Mereka pun menuntut pelaksanaan semua resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Al Quds. Resolusi tersebut menekankan tidak sahnya semua tindakan israel yang mengubah status Yerusalem Timur dan perampasan atas identitas otentik Arab di sana.

Terkait dengan Masjid Al-Aqsa, para pemimpin Liga Arab mempertimbangkan Pemerintah Yordania sebagai satu-satunya pihak yang bertanggungjawab terhadap pengurusan, pemeliharaan, dan akses ke salah satu masjid terpenting umat Islam itu.

Konferensi tingkat tinggi yang diliput 600-an wartawan dari Arab Saudi dan mancanegara itu antara lain dihadiri Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi, dan Presiden Komoros Azali Assoumani.

Seterusnya Presiden Irak Mohammed Fuad Masum, Presiden Yaman Abdrabbuh Mansur Hadi, Presiden Dewan Presiden Pemerintahan Koalisi Nasional Libya Fayez Mustafa Al-Sarraj, Presiden Lebanon Michel Aoun, serta pemimpin Jordania, Kuwait, Bahrain, dan Moroko.

Liga Arab yang didirikan di Kairo pada 1945 oleh Mesir, Arab Saudi, Irak, Lebanon, Suriah, Yordania, dan Yaman itu kini beranggotakan 22 negara. Lima belas negara anggota lainnya adalah Libya, Sudan, Maroko, Tunisia, Kuwait, Al Jazair, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Oman, Mauritania, Somalia, Palestina, Djibaouti, dan Komoro. (ant)